|
Israel 'terburu-buru' perang | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dikritik karena "kegagalan besar" dalam menangani konflik Israel di Libanon tahun lalu. Panel penyelidik pemerintah mengatakan, dia membawa negara ke perang secara tergesar-gesa tanpa rencana lengkap. Sekitar 1.200 orang Libanon dan 160 orang Israel tewas sesudah Israel melancarkan operasi terhadap militan Hizbullah yang diculik dua tentara Israel. Olmert sendiri sekarang di Israel semakin tidak populer. Dia menerima laporan itu Senin pagi, beberapa jam sebelum kesimpulan kajian itu dibacakan di televisi. "Kami pasti akan mempelajari materi laporan itu dan meyakinkan bahwa setiap ancaman di masa datang terhadap Israel, kesulitan dan kesalahan yang dikutip disini bisa diperbaiki," kata Olmert. Laporan itu diperkirakan akan memberi tekanan kepada Olmert dan Menteri Pertahanan Amir Peretz. Senbuah rapat umum direncanakan hari Kamis di Tel Aviv yang akan menyerukan agar Olmert dan pemerintahnya mundur. Namun pembantu perdana menteri mengatakan dia tidak akan mundur dan berniat melanjutkan tugasnya. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||