|
Unjuk rasa sekular di Turki | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Puluhan ribu orang mengadakan pawai di Istanbul mendukung sekularisme di Turki, di tengah keributan politk soal pemilihan presiden. Para pengunjuk rasa khawatir dengan calon dari partai berkuasa, yang berasal dari kalangan Islam. Dua minggu lalu, aksi serupa di Ankara dihadiri oleh ratusan ribu penduduk gerakan sekular. "Turki adalah negara sekular dan akan tetap menjadi sekular, demikian suara yang diteriakkan pada peserta yang datang dari berbagai pelosok negeri itu. Mereka membawa dan melambaikan bendera Turki dan gambar Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki. "Kami tidak menginginkan Sharia, dan juga kudeta, namun Turki yang berdemokrasi penuh." kata mereka. Banyak diantara mereka menyanyikan lagu-lagu nasionalis, dan menyerukan agar pemerintah mengundurkan diri. Wartawan BBC di Istanbul mengatakan pawai ini merupakan usaha untuk menunjukkan kekuatan kelompok sekular. Sebelumnya, Abdullah Gul mengatakan tidak akan menarik diri sebagai calon presiden dari partainya meskipun banyak kritikan dari militer dan lawan politik. Gul gagal memenangkan pemilihan di babak pertama di parlemen dimana anggota oposisi memboikot pemungutan dan mempertanyakan keabsahan di pengadilan. Sebuah pernyataan hari Jumat menuduh pemerintah memberikan toleransi kepada Islam radikal, dan mengatakan akan mempertahankan sekularisme. Ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Gul membawa Turki masuk menjadi anggota Uni Eropa, dan dia dianggap sebagai tokoh yang kurang konfrontasional dibandingkan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, pemimpin partai yang berkuasa, Partai AK. "Presiden harus tunduk kepada prinsip sekular. Bila saya terpilih saya akan bertindak sesuai dengan prinsip tersebut," kata Gul ketika dia dicalonkan. Namun beberapa pengamat mengatakan dia dekat ke akar agamanya, dan istrinya bila terpilih akan menjadi Ibu Negara yang memakai jilbab, hal yang sangat memecah belah Turki. Hari Sabtu, Cemil Cicek, juru bicara partai yang berkuasa yang berbasis Islam, AK (Keadilan dan Pembangunan) memberi jawaban atas pernyataan terus terang yang dikeluarkan militer. Militer yang di masa lalu pernah melakukan kudeta, mengatakan prihatin dengan pilihan calon presiden. Cicek mengatakan intervensi yang dilakukan ini merupakan hal yang tidak bisa diterima di negara demokratis. "Kepala staf angkatan bersenjata harus tunduk pada perintah perdana menteri, kata Cicek yang juga adalah menteri kehakiman. Uni Eropa sudah memperingatkan agar militer tidak campur tangan dalam politik, dengan mengatakan kontroversi ini merupakan batu ujian bagi militer guna menghormati demokrasi. Wartawan BBC Sarah Rainsford mengatakan militer mengirimkan pesan bahwa mereka tidak akan menerima pencalonan Gul. Perdana Menteri Tayyip Erdogan telah mengadakan pertemuan dengan kabinetnya guna membahas masalah tersebut. Menurut Cicek, perdana menteri mengadakan pembicaraan telepon yang "bermanfaat dan produktif" dengan kepala staf angkatan bersenjata, Sejarah kudeta Wartawan BBC di Istanbul mengatakan pernyataan militer yang dilakukan hari Jumat malam menimbulkan kekhawatiran mendalam di Turki. Banyak yang percaya bahwa ini juga merupakan pesan kepada hakim di pengadilan konstitusional guna menyatakan hasil pemungutan suara tidak sah, dan membubarkan parlemen. Militer telah melakukan kudeta selama 50 tahun terakhir, di tahun 1960, 1971, dan 1980, dan di tahun 1997, memaksa perdana menteri islamis pertama Partai Rakyat Republik (CHP) yang beraliran sekular yang melakukan boikot hari Jumat mengataakn akan membawa masalah ini ke pengadilan karena kuorum tidak tercapai, hal yang dibantah oleh partai AK. Pemungutan suara putaran kedua akan berlangsung hari Rabu, dan pengadilan konstitusi mengatakan akan mengeluarkan keputusan sebelum pemungutan suara. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||