BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 29 April, 2007 - Published 10:16 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Iran ikut konferensi Irak
 
Delegasi Iran akan dipimpin Menlu Mottaki
Delegasi Iran akan dipimpin Menlu Mottaki
Iran mengatakan akan ambil bagian dalam konprensi internasional membahas situasi keamanan Irak.

Sebuah delegasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Manouchehr Mottaki akan menghadiri pertemuan di daerah wisata Mesir, Sharm el-Sheikh minggu ini.

Menteri Luar Negeri Irak, Hoshyar Zebari mengatakan ada kemungkinan besar akan terjadi pembicaraan bilateral antara Iran dan Amerika Serikat.

Hari Sabtu, sebuah bom mobil menewaskan 55 orang di Karbala, salah satu kota paling suci di Irak.

Laporan-laporan mengatakan bom tersebut meledak di sebuah pasar yang ramai di saat warga hendak ke mesjid untuk sembahyang.

Ledakan ini merupakan serangan besar kedua di Karbala dalam bulan ini.

Kelompok militan Sunni dicurigai yang melakukan serangan.

Iran memiliki hubungan dekat dengan kelompok Shiah di Irak, dan telah dituduh oleh Amerika Serikat mempersenjatai dan melatih milisi Shiah guna terlibat dalam konflik sektarian dengan kelompok Sunni.

Tidak ada persyaratan apapun

Zebari mengatakan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat mungkin tidak akan setingkat menteri namun tetap saja merupakan langkah penting.

"Saya kira ini penting, ini merupakan terobosan besar dan apapun usaha untuk mengurangi ketegangan akan memiliki dampak positif pada situasi di Irak," katanya.

"Kami tidak ingin Irak menjadi medan tempur guna menyelesaikan dendam lama atau agenda lain, dengan kami menjadi korban. Ini semua sangat merugikan kami." tambah Zebari.

Berita bahwa Iran akan menghadiri konprensi dimana Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice juga akan hadir, muncul di saat kepala keamanan nasional Iran Ali Larijani tiba di Baghdad.

Menurut wartawan BBC Frances Harrison di Tehran bagi Iran, masalah kehadiran
ini bukan sekedar mengenai masa depan irak, namun apakah mereka memiliki kesempatan untuk berdialog dengan Amerika Serikat.

Salah satu diplomat Irak menggambarkan hal ini sebagai masa kritis bagi Iran, guna memperbaiki hubungan yang terus memburuk dengan dunia luar.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy