BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 29 April, 2007 - Published 11:24 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Aksi dunia mendukung Darfur
 
Kampanye mendukung Darfur didukung banyak selebriti
Kampanye mendukung Darfur didukung banyak selebriti
Aksi unjuk rasa berlangsung di berbagai bagian dunia menuntut intervensi guna mengakhiri pertempuran di kawasan Darfur di Sudan.

Pihak penyelenggara Hari Global bagi Darfur mengatakan aksi ini akan berlangsung di 35 negara, guna memperingati tahun keempat konflik tersebut.

Berbagai selebriti mendukung kampanye seperti Mick Jagger dan George Clooney, menandatangani pernyataan menuduh masyarakat internasional bersikap apatis.

Menurut PBB, sekitar 200 ribu orang tewas di daerah tersebut sejak konflik dimulai.

Dengan membawa slogan "Time is up... protect Darfur (Waktu sudah habis.. Lindungi Darfur). para peserta unjuk rasa akan mengelilingi 10 ribu gelas waktu yang diisi dengan darah buatan, guna menunjukkan terusnya berlanjutnya kekerasan di Darfur.

Acara-acara lainnya termasuk :

* pawai berlangsung tengah hari di London di luar kantor perdana menteri Inggris, 10 Downing Street.

* acara interaktif di Sony Center di Berlin, salah satu pusat wisata paling populer di kota tersebut.

* pawai melalui jalan-jalan kota Roma ke Colosseum.

* satu hari aksi budaya di Kairo meliputi pertunjukkan film dokumenter "Jihad on Horse Back" berisi kesaksian para korban.

* demonstrasi di luar kantor kedutaan Sudan di Abuja, Nigeria.

Tindakan segera

Pernyataan yang ditandatangani oleh para selebriti ini menyerukan kepada dunia guna mengakhiri "kebisuan dan melakukan tindakan segera."

Konflik yang bermula dari konflik antara pemerintah Sudan dan kelompok pemberontak di Darfur, sekarang melebar ke Chad dan Republik Afrika Tengah.

Tahun lalu, pemerintah Sudan secara prinsip setuju menerima pasukan perdamaian Uni Afrika/PBB namun Khartoum menginginkan sebagian pasukan berasal dari Afrika, dan Uni Afrika menjadi pimpinan dan bukan PBB.

Menurut wartawan BBC Laura Trevelyan di PBB, sudah banyak pembicaraan diplomatik dilakukan antara Washington, Beijing, New York dan Khartoum baru-baru ini di saat tekanan internasional terus dilakukan terhadap pemerintah Sudan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy