|
Pekerja Cina dibebaskan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tujuh pekerja Cina yang diculik para pemberontak di Ethiopia telah dibebaskan dan diserahkan kepada Palang Merah. Menurut para pejabat Palang Merah dan kelompok pemberontak, seorang warga Somalia dan seorang pekerja Ethiopia juga dibebaskan. Seorang juru bicara Front Pembebasan Nasional Ogaden (ONLF) mengatakan semua pekerja yang bekerja di tambang minyak milik Cina tersebut dalam keadaan sehat. Mereka ini disandera ketika terjadi serangan pemberontak di instalasi minyak Cina di Eropa Timur. Selama serangan, sembilan pekerja Cina, dan 65 warga Ethiopia terbunuh. Serangan terjadi di ladang minyak di Abole, sebuah kota kecil sekitar 120 kilometer, dari ibukota regional Jijiga. Abdirahman Mahdi, seorang juru bicara ONLF yang berbasis di London mengatakan ketujuh pekerja Cina tersebut diserahkan keapda Palang Merah "Mereka selamat dan sekarang dalam perjalanan ke Jijiga," katanya. Dia menambahkan bahwa mereka juga telah diberi pakaian baru oleh kelompoknya. Dia mengatakan gencatan senjata sementara dengan Ethiopia dibuat guna memudahkan pembebasan sandera. Cina mengecam keras serangan pemberontak. Perdana Menteri Ethiopia Meles Zenawi juga mengutuk serangan yang disebutnya "pembunuhan berdarah dingin." Kelompok ini mengatakan serangan dilakukan terhadap tentara Ethiopia yang mereka tuduh membersihkan wilayah yang selama ini dihuni penduduk Somalia yang berpindah-pindah. ONLF memperingatkan kepada perusahaan asing untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah Ethiopia guna mengekploatasi sumber alam di kawasan. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||