BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 27 April, 2007 - Published 19:30 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Proses pemilihan Turki digugat
 
Abdullah Gul
Pencalonan Gul ditentang partai-partai oposisi yang sekuler
Menteri Luar Negeri Turki Abdullah Gul gagal meraih dukungan yang cukup dari parlemen untuk menjadi presiden negara tersebut.

Gul, calon dari Partai AK yang berkuasa meraih 357 suara, kurang 10 suara yang dibutuhkan untuk menjadi presiden.

Partai Rakyat Republik yang beroposisi (CHP) mengatakan mereka akan menggugat pemilihan ini ke pengadilan karena ketika proses pemilihan berlansung jumlah wakil ketua parlemen yang hadir tidak mencukupi.

Partai-partai oposisi yang berhaluan sekuler ingin menghentikan upaya partai AK yang berideologi Islam meraih kursi presiden.

CHP memboikot pemungutan suara karena mereka tidak diajak berembuk soal penetapan Gul sebagai calon Partai AK.

CHP mengatakan mereka akan menggugat pemilihan di pengadilan karena proses ini hanya dihadiri oleh 361 anggota parlemen, sementara peraturan menyebutkan korum akan tercapai bila dihadiri oleh 367 anggota.

Sementara Partai AK yang menempatkan 350 wakil di parlemen mengatakan pemilihan bisa dianggap sah bila dihadiri sepertiga jumlah anggota.

"Jelas pemilihan ini tidak dihadiri oleh 367 anggota. Jadi kami akan ke pengadilan (meminta pemilihan ini dibatalkan)," kata wakil senior CHP Haluk Koc.

Pemungutan suara putaran kedua dijadwalkan akan digelar pada Rabu pekan depan dan mahkamah konstitusi menegaskan gugatan akan diputuskan sebelum pemungutan suara kedua digelar.

Jika pengadilan memenangkan gugatan CHP Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan akan terpaksa mengumumkan pemilihan umum.

Tetapi jika pengadilan memenangkan pemerintah, Gul diperkirakan akan menang pada pemilihan putaran ketiga pada 9 Mei, di mana dia hanya memerlukan 276 suara.

Dalam pemilihan ini Gul hanya menghadapi satu lawan, Ersonmez Yarbay, juga dari AK, yang mundur dari pencalonan pada Jumat.

Tradisi sekuler

Negara Turki modern dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip sekuler yang sangat ketat dan selama ini presiden berasal dari kalangan sekuler.

Jika Gul terpilih dia akan menjadi presiden pertama dengan akar Islam dan menjadi presiden pertama pula yang beristri wanita berjilbab.

Kalangn sekuler khawatir presiden dari AK akan mendobrak tatatan sekuler di negara tersebut.

Gul ditetapkan sebagai calon dari AK oleh Perdana Menteri Erdogan Selasa lalu.

Keputusan ini diambil setelah ribuan orang beraksi di jalan-jalan meminta Erdogan tidak maju dalam pemilihan.

Setelah resmi dicalonkan, Gul mengatakan dia akan mematuhi prinsip-prinsip sekularisme.

Posisi presiden Turki lebih bersifat seremonial dan kekuasaannya lebih kecil dibanding perdana menteri.

Namun, seperti diulas oleh wartawan BBC Pam O'Toole, posisi presiden, yang pertama kali diisi oleh bapak pendiri bangsa Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk, dinilai memiliki arti yang sangat penting bagi rakyat.

Kewenangan konstitusional presiden terbatas, namun memiliki hak veto untuk menghadang legislasi.

Hak ini beberapa kali dipakai oleh presiden saat ini dari golongan sekuler, Ahmed Necdet Sezer, untuk menghentikan pengesahan rancangan undang-undang yang diajukan Partai AK.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy