BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 16 April, 2007 - Published 10:41 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Korban lumpur demo presiden
 
Banjir lumpur menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal dan usaha
Warga kehilangan tempat tinggal dan usaha akibat banjir lumpur
Seratusan warga Perumahan Tanggul Angin Sidoarjo, Jawa Timur Sidoarjo berdemonstrasi di depan istana negara, setelah beberapa kali tertunda.

Mereka menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengubah peraturan ganti rugi dengan pembayaran di muka 20 persen, karena sistem itu tidak bisa menolong mereka.

Wartawan BBC Henry Sianipar melaporkan, mereka harus mengelabui petugas keamanan agar bisa masuk Jakarta, setelah sebelumnya telah beredar larangan untuk berdemonstrasi ke ibukota:

Dengan mengenakan kaus berwarna kuning bertuliskan cash and carry, seratusan warga Tanggulangin Sejahtera, Perumtas Sidoarjo berunjuk rasa di depan istana negara yang sudah dipasangi kawat berduri.

Sebelumnya kedatangan mereka dicegah oleh aparat keamanan di Sidoarjo, tetapi mereka akhirnya bisa datang ke Jakarta dengan mengelabui petugas keamanan.

Seorang wanita yang ikut berdemo menuturkan, petugas mencoba mencari mereka di setiap stasiun sepanjang perjalanan. "Setiap mau naik, ditanya mau kemanan, dari mana asalnya," tuturnya.

Mengubah

Tuntutan warga Perumtas adalah meminta presiden untuk mengubah sistem ganti rugi dengan uang muka 20 persen seperti yang telah ditetapkan dalam peraturan presiden. Menurut koordinator warga Perumtas, Pujiono, sistem uang muka tersebut tidak dapat menolong mereka untuk memulai kehidupan baru.

"Karena perpres yang menandatangani presiden, maka yang bisa menganulir atau merivisi itu hanya presiden," kata Pujiono.

Keinginan pengunjukrasa untuk bertemu Presiden SBY tidak terpenuhi. Ini membuat salah seorang pendemo, Siti Aisyiah menangis di depan wartawan.

"Lihat kami ini rakyat yang tertindas," kata Siti di antara tangisnya.

Selain warga Perumtas, warga empat desa lain korban lumpur Sidoarjo, belum seluruhnya menerima ganti rugi dengan uang muka 20 persen seperti yang termuat dalam keputusan presiden.

Sementara sudah hampir 500 hektar lahan perumahan yang terendam lumpur,dan belum ada kejelasan cara bagaimana menghentikan lumpur yang telah menenggelamkan rumah ribuan warga Porong, Sidoarjo.

 
 
Rp900 M untuk lumpur panas
12 April, 2007 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy