http://www.bbc.com/indonesian/

30 Maret, 2007 - Published 08:35 GMT

Bangladesh eksekusi militan

Enam militan Islam, yang dinyatakan bersalah membunuh dua orang hakim dalam rangkaian serangan bom, sudah dieksekusi di Bangladesh.

Para pejabat Bangladesh mengatakan keenamnya termasuk Abdur Rahman, pemimpin kelompok Islam terlarang Jamaatul Mujahideen Bangladesh (JMB) dan wakilnya Siddiqul Islam, yang dikenal sebagai Bangla Bhai.

Kepolisian mengatakan enam pria itu dieksekusi di beberapa penjara di Bangladesh.

Bulan November 2005 berlangung serangkaian serangan bom atas para hakim dan JMB yang dituding bertanggung-jawab.

Selama dalam pengadilan, mereka mengatakan memang menempatkan hakim menjadi sasaran karena pengadilan dijalankan berdasarkan sekularisme dan bukan Syariah Islam.

Mahkamah Agung menolak kasasi mereka tahun lalu dan Presiden Iajuddin Ahmed menolak memberikan grasi awal bulan ini.

Rangkaian serangan
Abur Rahman
Eksekusi 6 anggota JMB tanpa pemberitahuan sebelumnya

"Mereka dihukum gantung di empat lembaga pemasyarakatan yang berbeda dan jenasah mereka diberikan kepada keluarga mereka," kata Inspektur Jenderal Lembaga Pemasyarakatan, Zakir Hassan, kepada kantor berita AFP.

JMB dituding bertanggung-jawab atas serangkaian serangan bom di seluruh Bangladesh yang menewaskan sekitar 30 orang.

Pada Bulan Agustus 2005, sekitar 500 bom diledakkan di 64 kawasan Bangladesh dalam jangka waktu satu jam.

Sejumlah serangan yang berurutan itu menempatkan sasaran para hakim dan gedung pengadilan.

Lebih dari 100 kasus sudah diajukan kepada para anggota JMB yang dituduh berkaitan dengan serangkaian serangan bom itu.

Wartawan BBC di Bangladesh, John Sudworth, mengatakan pemerintah kuatir akan berlangsung serangan balasan oleh para pendukung JMB yang masih aktif.

Kekuatiran itu tampaknya menjadi alasan dari eksekusi yang berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya di beberapa lembaga pemasyrakatan yang berbeda.