|
Olmert puji 'revolusi' damai | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perdana Menteri Israel memuji langkah perdamaian Arab sebagai hal "revolusioner" namun menekankan dia tidak menerima seluruh prakarsa Arab itu. Ehud Olmert memberikan serangkaian wawancara kepada surat kabar Israel sebagai tanggapan terhadap dihidupkannya lagi prakarsa perdamaian Saudi 2002 yang disahkan dalam pertemuan puncak di Riyadh. Dia mengatakan, "Kami tidak berangan-angan kosong. Mereka menginginkan kami kembali ke perbatasan tahun 1967 dan juga hak untuk pulang kembali." Kembalinya pengungsi Palestina 1948 dikatakan Israel, "sesuatu yang kami tidak dapat setujui". Israel menolak prakarsa Saudi ketika diajukan lima tahun lalu. Pemerintah Ariel Sharon dan Olmert mendukung penarikan sepihak dari tanah pendudukan tahun 1967 untuk "melepaskan diri" dari Palestina. Namun, gagasan mundur itu dihentikan tahun 2006 ketika gelombang serangan rudal diluncurkan militan Palestina dan Lebanon dari kawasan Israel yang ditinggalkan. Kesepakatan komprehensif Prakarsa Arab menawarkan pembentukan hubungan diplomatik negara-negara Arab dengan Israel sebagai imbalan berakhirnya pendudukan tanah Suriah dan Palestina serta pembentukan negara Palestina.
Selain itu juga menyerukan "penyelesaian adil" bagi pengungsi sesuai dengan Resolusi 194 Majelis Umum PBB. Resolusi ini mengusulkan agar pengungsi Palestina diijinkan kembali ke kampung halamannya atau diberi ganti rugi. Olmert mengatakan, pertemuan puncak Liga Arab di Riyadh yang disahkan lagi menunjukkan "perubahan pandang yang revolusioner". "Negara-negara di dunia Arab telah mulai memahami bahwa Israel bukanlah kekhawatiran terbesar mereka," katanya kepada surat kabar Haartez. Dia mengatakan kepada koran Yediot Ahronot "adanya perubahan nyata bahwa dalam lima tahun Israel akan mencapai kesepakatan damai menyeluruh dengan musuh-musuhnya". Olmert sedang berjuang keras menghadapi tingkat popularitas yang rendah diantara para pemilihnya dimana hanya dua persen yang mengatakan percaya kepada perdana menteri dalam jajak pendapat baru-baru ini. Lebih dari dua pertiganya mengatakan mereka ingin perdana menteri mundur. Lebih dari empat juta pengungsi Palestina yang terdaftar di PBB mengklaim memiliki hak kembali ke tanah airnya dan menduduki tanah yang diambil Israel pada tahun 1948. Israel menentang keras klaim pengungsi ini karena akan mengakhiri mayoritas orang Yahudi di negara Yahudi itu. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||