|
Sistem bintang ganda 'umum' | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Matahari ganda yang terbit dan tenggelam seperti di tempat kediaman Luke Skywalker di film Star Wars mungkin lebih masuk akali dari hanya sekedar fantasi, kata data yang dihimpun NASA. Dalam adegan film fiksi ilmiah dari tahun 1977 itu, jagoan di film tersebut memandang ke langit di saat dua matahari terbenam. Teleskop Angkasa Luar Spitzer milik NASA menemukan bahwa tata surya berbintang ganda adalah hal yang cukup umum di galaksi ini, sama umumnya dengan sistem matahari tunggal, seperti matahari kita. Rincian penelitian ini diterbitkan di Astrophysical Journal (Jurnal Astrofisika). Dalam studi itu, satu tim peneliti menggunakan kamera infra merah pada teleskop Spritzer untuk mencari apa yang mereka sebut cakram debu yang mengelilingi sistem bintang ganda. Cakram debu itu terdiri dari bebatuan dan debu yang tertinggal dari masa pembentukan planet. "Kami tahu sistem berbintang ganda itu ada. Pertanyaannya adalah apakah dua matahari itu bisa terlihat dari permukaan planet," kata Karl Stapelfeldt, ilmuwan di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California. Para peneliti mencari cakram debu di 69 sistem bintang ganda sekitar 50 sampai 200 tahun cahaya dari Bumi. Data menunjukkan bahwa sekitar 40% tata surya dengan dua matahari memiliki cakram debu - sedikit lebih sering dari sample serupa dari sistem bintang tunggal. Temuan ini mengisyaratkan bahwa tata surya dengan dua matahari sama umumnya dengan tata surya dengan matahari tunggal. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||