BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Maret, 2007 - Published 16:59 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Kisah para saksi gempa Sumbar
 
Pulau Sumatra diguncang gempa kuat, yang menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan banyak lainnya luka-luka.

Warga di rumah sakit Padang
Rumah sakit sibuk menangani penduduk yang luka-luka

Gempa melanda daerah Sumatra Barat pada pukul 1049 WIB, pada saat banyak orang sedang berada di tempat kerja atau sekolah.

Orang-orang yang berada di dalam gedung lari ke luar, karena takut gedung akan rubuh.

Di kawasan pantai di Padang, banyak orang lari ke daerah yang lebih tinggi, di saat ingatan akan gempa dasyat yang memicu tsunami Aceh pada tahun 2004 masih melekat di ingatan mereka.

Seorang pekerja kantor di Padang, yang bekerja di tingkat dua sebuah gedung ketika gempa mengguncang, mengatakan kepada BBC Siaran Indonesia bahwa semua orang di dalam gedung lari keluar secepatnya.

"Lantai kami bergoyang-goyang sekitar lima menit," katanya.

"Orang-orang panik karena berpikir tsunami akan menyusul, meski mereka sudah ada informasi yang diberikan terus menerus bahwa tidak akan ada tsunami karena gempa terjadi di darat dan bukan di laut, tetapi orang-orang di Padang tetap saja tidak percaya."

'Rumah hancur'

Seorang warga Padang lainnya, Asmiati mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia merasa takut ketika gempa terjadi.

"Guncangan sangat kencang. Saya panik, saya lari keluar rumah seperti tetangga-tetangga yang lainnya," katanya.

"Ketika kami keluar, kami masih gemetar dan pohon-pohon juga bergetar. Kami takut akan ada tsunami tetapi sampai sejauh itu tidak ada pengumuman akan ada tsunami."

 Rasanya seperti berada di dalam kapal yang terombang-ambing ketika ada ombak besar
 
Warga Solok

Kerusakan terparah tercatat di kota Solok dengan keadaan kota yang porak poranda akibat gempa.

Di kecamatan Batipuh, Tanah Datar, yang juga salah satu daerah terparah, Ibu Murni bercerita saat gempa pertama mengguncang, rumahnya retak, namun kemudian hancur akibat guncangan gempa susulan.

Para pejabat mengukuhkan bahwa ratusan bangunan rubuh di Padang dan beberapa kota lainnya termasuk Solok.

Elvin, juga berada di Padang, bercerita kepada BBC kerusakan yang dia saksikan tidak lama setelah gempa melanda.

"Saya melihat rumah, toko hancur, rata dengan tanah dan banyak orang berdiri di luar rumah, mereka berteriak, mereka berkumpul di jalan."

Regu-regu penyelamat berusaha mendatangi tempat-tempat di kawasan itu yang terkena gempa untuk menilai skala kerusakan.

Namun upaya mereka dipersulit oleh jalan yang tertutup dan kemacetan di jalan karena banyak orang berusaha meninggalkan kota.

Jalan dari Bukit Tinggi ke Padang sempat terputus karena longsor akibat gempa.

Rumah sakit penuh

Solok adalah kota yang terdekat dari pusat gempa. Walikota Solok Samsurahim mengatakan semua rumah sakit di kota itu sibuk menangani para korban yang luka-luka.

Warga di Padang
Warga lari ke luar karena takut gedung akan rubuh

"Prioritas kami adalah menangani mereka yang luka-luka, termasuk keluarga mereka," katanya kepada kantor berita Reuters. "Kami mendirikan enam tenda di lapangan bola sebagai pos darurat".

Seorang pria di Solok menggambarkan suasana panik dan mengatakan guncangan gempa terasa seperti dia berada di dalam kapal yang terombang-ambing.

"Pada saat itu, semua orang bergegas lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri," katanya kepada BBC.

"Rasanya seperti berada di dalam kapal yang terombang-ambing ketika ada ombak besar. Semua rumah bergoyang, jadi banyak yang rubuh."

"Saya melihat banyak rumah penduduk rusak, juga sekolah dan masjid," katanya.

Di ibukota Jakarta, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan: "Bakornas akan membantu sekuat tenaga jika ada yang dibutuhkan dari Jakarta."

"Saya yakin rakyat dan pemerintah akan dapat menangani kesulitan yang dihadapi. Tanggap darurat akan segera diberlakukan dan kami akan dapat melihat lebih jelas apa yang terjadi."

 
 
Gempa kuat guncang Sumbar
06 Maret, 2007 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy