BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 05 Maret, 2007 - Published 16:09 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Ambisi pilot tuna netra
 
Miles Hilton-Barber dan co-pilotnya, Storm Smith
Pilot tuna netra itu akan terbang melintasi Eropa, Timur Tengah, India dan Indonesia
Seorang pilot tuna netra berniat terbang melintasi separuh bagian dunia untuk menggalang dana £1 juta guna membantu mencegah kebutaan.

Miles Hilton-Barber, 58 tahun, dari Derbyshire di Inggris berharap untuk menjadi pilot tuna netra pertama yang terbang dalam penerbangan bersejarah dari Inggris ke Sydney, Australia.

Keberangkatannya pada hari Senin tertunda akibat cuaca buruk - dan dia diperkirakan akan mencoba terbang lagi dalam beberapa hari.

Hilton-Barber akan ditemani oleh co-pilot Storm Smith - yang berpengelihatan baik - di dalam pesawat ringan yang sudah diadaptasi khusus.

Pilot tuna netra itu akan terbang dengan rute sepanjang 13.500 melintasi Eropa, Timur Tengah, India dan Indonesia.

Dia akan menggunakan mesin yang menggunakan teknologi pengenal suara untuk menerbangkan pesawat ringannya dalam perjalanan selama 45 hari.

Dana yang terkumpul akan diberikan kepada organisasi amal Seeing Is Believing, yang mendukung upaya Organisasi Kesehatan Dunia untuk menghilangkan kebutaan yang dapat dicegah di negara-negara berkembang.

Hilton-Barber mengatakan: "Indra pengelihatan adalah hadiah sangat berharga yang sering dilupakan oleh orang."

Penerbangan ini adalah petualangan terbaru yang dia lakukan setelah dia sebelumnya mendaki Gunung Kilimanjaro, mengikuti lari maraton 11 hari dari Gurun Gobi ke Tembok Besar Cina dan berkeliling dunia dengan menggunakan 80 jenis alat transportasi.

Perjalanannya kali ini akan dilakukan dengan menggunakan pesawat ringan yang memiliki kecepatan tertinggi 70 mil per jam.

"Sewaktu saya berumur 18 tahun, saya masih bisa melihat dan saya bergabung dengan angkatan udara Rhodesia, tetapi mereka kemudian memecat saya karena pengelihatan saya kurang baik," kata Hilton-Barber.

"Sekarang, 37 tahun kemudian, saya mendapat kesempatan yang menakjubkan."

Co-pilot Storm Smith, mengatakan: "Kami berusaha membantu orang-orang mempertahankan pengelihatan mereka dan jika kami berhasil kami akan sangat gembira."

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy