|
Medan NTT hambat bantuan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tim penyelamat di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur melanjutkan upaya pencarian para korban tanah longsor di bagian timur Pulau Flores. Setidaknya 40 orang meninggal dunia setelah hujan deras menyebabkan tanah longsor menyapu puluhan rumah. Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, NTT, Frans Leok, mengatakan, kondisi medan mempersulit upaya pencarian dan pemberian bantuan. "Perkembangan hari ini tidak terlalu berarti, karena kita memang menggunakan cara manual," kata Frans Leok. Pemerintah setempat sebenarnya telah mengirimkan alat berat ke lokasi bencana, namun alat-alat berat itu hanya bisa bergerak lambat kilometer sambil membersihkan jalan ke arah TKP dari timbunan tanah. Tertimbun Frans Lekok menambahkan, kemungkinan menemukan korban tanah longsor dalam keadaan hidup semakin kecil, sebab mereka telah tertimbun dua hari hingga Minggu sore.
Salah satu tempat yang terkena tanah longsor adalah Kecamatan Lambuleda. "Itu sangat sulit, karena dia memang seperti ditampung di dalam baskom, dan pintu airnya ditutup oleh tanah longsor," katanya. Mengenai penyaluran bantuan, pasokan bantuan seperti beras, mie dan air minum, diturunkan hingga ke tempat-tempat yang sudah bisa dijangkau kendaraan sebelum kemudian dipikul ke tempat korban. | Longsor NTT tewaskan 40 orang03 Maret, 2007 | Berita Dunia | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||