17 Februari, 2007 - Published 16:18 GMT
Badan Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan laju pertumbuhan HIV/Aids di Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di Asia, terutama di kalangan pengguna narkoba dan pekerja seksual.
Sementara itu laju pertumbuhan di Papua, 20 kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan HIV/Aids secara nasional.
Dirjen Pengendalian Penyakit, Departemen Kesehatan, Dr. I. Nyoman Kandun, mengatakan bahwa laju peningkatan di Indonesia memang amat cepat di Indonesia dalam waktu 2 atau 3 tahun belakangan.
Menurut Dr. I Nyoman Kandun, penyebab utama meningkatnya penyebaran HIV/Aids di Indonesia adalah kecancuan narkoba.
"Mereka mencari suntik bersama-sama, ramai-ramai. Jadi peningkatan narkoba juga membuat peningkatan HIV," kata Papua.
Sementara itu seorang pegiat HIV/Aids di Papua, Robert Sihombing, mengatakan di Papua faktor tradisi membuat hubungan seks masih tidak bersih dan aman.
"Seperti pesta adat dan sebagainya. Ada perkenalan dan kemudian tidak terencanakan berakhir menjadi hubungan seks dan terinfeksi HIV," tutur Robert.
Robert Sihombing mengatakan masih ada masalah dalam kampanye penggunaan kondom karena sebagian besar pegiat merupakan orang dari luar daerah.
"Jadi kalau saya yang berbicara, saya masih mendapat hambatan dari kalangan masyarakat dengan diatanya 'anda siapa, anda kan bukan orang Papua.' Itu masih saya alami," tuturnya.
Robert Sihombing aktif di Jayapura Support Group, yang sejauh ini mendampingi 263 penderita HIV/Aids di Papua.