|
Bursa efek dunia masih lesu | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bursa efek di seluruh dunia masih lemah setelah pada hari Selasa pasar saham Cina anjlok hampir 9% dan menimbulkan kekhawatiran di berbagai bursa di dunia. Indeks FTSE 100 di Inggris turun 1,9%, indeks Perancis CAC merosot 1,5% sementara di Jerman, DAX anjlok 1,9%. Arus negatif ini juga masih menyeret pasar-pasar di Asia dan Australia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta 1.31% pada sesi penutupan pasar hari Rabu. Sementara di Jepang indeks Nikkei 225 ditutup dengan penurunan 515,8 atau 2,9%, pada 17.604.1. Dan indeks Hang Seng di Hong Kong jatuh sebesar 496,36 atau 2,5% menjadi 19.716,5. Penurunan perdagangan bursa terjadi setelah harga dan indeks saham melonjak ke tingkat tertinggi di beberapa bursa efek utama di dunia. Pertanyaan yang kini dihadapi banyak investor adalah seberapa jauh dan seberapa lama koreksi akan dilakukan. Penurunan lebih lanjut? Anjloknya perdagangan di pasar-pasar saham di dunia selama dua hari ini dipicu oleh spekulasi bahwa pemerintah Cina akan menindak perdagangan saham gelap dan kemungkinan akan menarik pajak perolehan atas transaksi bursa. Cina kini menjadi salah satu pasar utama bagi banyak investor, dan volume indeks saham utama Cina naik lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Pada saat yang sama, indeks-indeks utama di Asia seperti Nikkei 225 di Jepang berusaha mencapai tingkat tertinggi dalam tujuh tahun. Para pengamat mengatakan perolehan itu kemungkinan terlalu tinggi dalam waktu yang terlalu cepat. Bebeapa pengamat memperkirakan koreksi yang dilakukan mungkin akan bertahan beberapa minggu. "Pergerakan semacam inilah yang mengkhawatirkan, dan tampaknya masalah ini akan menyebabkan kekhawatiran pada pasar dalam beberapa hari ini," kata Angus Campbell, seorang piala di Inggris. Kekhawatiran akibat jatuhnya indeks Shanghai sampai mendekati 9% pada hari Selasa, menyebabkan bursa-bursa efek di dunia mengalami hari terburuk dalam 10 tahun. Kejadian di Cina menyeret pasar-pasar saham di Eropa anjlok pada hari Selasa, dan kemudian dampaknya terasa di Amerika Serikat sehingga mendorong indeks Dow Jones turun 3,3% pada penutupan pasar hari Selasa. Di Australia, indeks saham utama ASX jatuh 3,5% dan sempat mengalami posisi terendah dalam lima minggu. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||