|
Airbus PHK 10.000 orang | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perusahaan Eropa pembuat pesawat terbang yang bermasalah, Airbus, mengumumkan akan memotong jumlah pegawainya sebanyak 10.000 orang di seluruh Eropa dalam empat tahun ke depan. Para pekerja Airbus di Perancis yang akan menjadi korban terburuk dengan 4.300 orang akan kehilangan pekerjaan mereka. Di Jerman 3.700 orang akan terkena penghentian hubungan kerja (PHK) sementara Inggris dan Spanyol akan kehilangan 1.600 dan 400 orang. Bos Airbus, Louis Gallois mengatakan perusahaan itu "menghadapi tantangan besar" dan "kurang efisien". Gallois mengatakan nilai tukar dollar yang terus melemah membuat perombakan perusahaan harus dilakukan, sementara kemunduran dalam produksi pesawat super jumbo baru A380 juga menjadi "pemicu" pengurangan jumlah staf itu. Separuh dari 10.000 orang yang terkena PHK adalah staf sementara dan sub kontraktor yang tidak diberi perpanjangan kontgrak. Airbus sedang meninjau kembali masa depan tiga pabriknya di Laupheim, Saint-Nazaire and Varel. Airbus juga sedang menjadi mitra-mitra investasi baru bagi pabrik di Inggris, Perancis dan Jerman. Tanggapan serikat buruh Para pejabat serikata buruh, yang mendengar rencana PHK ini pada Rabu pagi, menyatakan kemarahan mereka atas jumlah pemotongan. "Kami sepenuhnya menentang menutupan pabrik dan kami tidak akan menerima pemecatan apapun," kata ketua Federasi Pekerja Logam Eropa, Peter Scherrer. Para pekerja di sejumlah pabrik di Perancis melakukan protes atas rencana penjualan dua pabrik, kata kantor berita Associated Press. EADS, induk perusahaan Airbus, menyetujui rencana perombakan perusahaan pada hari Senin. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||