|
Belajar dari Pasag Merapi Klaten | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Paguyuban desa yang bertujuan mengembangkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya dan pengurangan dampak bencana. Organisasi ini bersifat independen, beranggotakan dan dikelola oleh masyarakat setempat, dengan program kerja yang jelas dan berkesinambungan. Pada awalnya hanya beranggotakan beberapa orang warga dengan biaya patungan. Kegiatan awalnya hanyalah memantau situasi status Gunung Merapi dan mengomunikasikannya secara cepat kepada masyarakat sekitar untuk membantu kesiagaan mereka menghindari bahaya. Tetapi dengan kemauan anggotanya dan bantuan dari kalangan yang peduli, paguyuban tetangga ini terus berkembang. Dalam melaksanakan kegiatan meredam dampak bencana, organisasi ini bekerja sama dengan badan-badan relevan yang sudah ada (kalangan akademis, SAR, BMG, PMI dan berbagai LSM). Organisasi ini menggunakan radio komunitas sebagai media untuk menyampaikan informasi secara cepat dan sarana komunikasi bagi masyarakat di lingkungan daerah operasinya.
Pola organisasi ini sederhana dan mudah diterapkan di berbagai lingkungan rawan bencana dengan manfaat langsung dirasakan oleh anggotanya. Pola ini sudah teruji oleh sekelompok petani di lereng Gunung Merapi yang mendirikan Pasag Merapi Klaten. Kepengurusan organisasi ini sederhana dan dipilih setiap tahun: seorang koordinator, seorang sekretaris dan seorang bendahara. Kader anggota (saat ini mencapai 60 orang) berasal dari tiga desa di lereng Merapi yang menjadi wilayah kerja pokoknya. Rincian kegiatan Misi: Bersatu demi kelestarian masyarakat, budaya dan lingkungan Gunung Merapi. Kegiatan-kegiatannya: 1. Pelatihan manajemen bencana, yang meliputi: 2. Mendorong kesiapsiagaan masyarakat 3. Tanggap darurat dan pemulihan 4. Forum klaster hortikultura Lereng Merapi. Ketika para petani Lereng Merapi membentuk organisasi ini pada tahun 1996, modal mereka hanyalah kemauan bekerja dan dana seadanya dari kantong mereka sendiri. Setelah organisasi ini terbukti berjalan dengan baik barulah dukungan intelektual maupun material datang dari lembaga-lembaga lain. Forum Klaster Hortikultura adalah pengembangan terbaru dari program mereka, yang lahir pada tahun 2002 dengan modal dari anggota. Belum lama ini pemerintah memberikan bantuannya. Media Informasi: Radio Komunitas Lintas Merapi 107.9 FM, yang berdaya pancar 40 watt mengudara pada pk 0600-2400 selalu mengawali acara dengan informasi situasi Merapi dan aktivitas masyarakat sekitar. Dalam keadaan biasa, isinya didominasi oleh hiburan, tetapi dalam keadaan siaga radio ini mengaktifkan fungsinya sebagai media komunikasi dalam menghadapi bahaya bencana. |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||