BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 27 Februari, 2007 - Published 08:28 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Bom sambut lawatan wapres AS
 
Tim medis merawat korban serangan bom di Bagram
Tim medis merawat korban serangan bom di Bagram
Pembom bunuh diri menewaskan lima orang di luar pangkalan militer Bagram di Afghanistan yang dikunjungi Wakil Presiden Amerika.

Wakil Presiden AS Dick Cheney, menginap di pangkalan Bagram, sekitar 60km dari Kabul di tengah kunjungan dadakan ke kawasan.

Militer Amerika mengatakan, si pembom juga tewas dalam ledakan, sedangkan laporan-laporan lain menyebutkan 14 orang tewas.

Jurubicara militer Amerika mengatakan, ledakan itu tampaknya tidak ditujukan ke sang wakil presiden, yang berada di tempat yang sama di dalam pangkalan tersebut saat insiden terjadi..

Jurubicara Taliban menelepon BBC dan menyatakan, kelompoknya melancarkan serangan itu dan menyatakan si penyerang bermaksud menyerang Cheney.

Jurubicara militer Amerika menggambarkan insiden ini "serangan langsung" terhadap pangkalan mereka, yang kemudian diperintahkan bersiaga penuh selama beberapa saat.

"Wakil presiden baik-baik saja," kata jurubicara Cheney, Lea Anne McBride.

Cheney makan pagi dengan serdadu Amerika di pangkalan itu.

Wakil presiden meninggalkan basis militer itu sekitar 90 menit setelah ledakan, kata Gedung Putih.

Wapres Cheney kemudian bertemu dengan Presiden Hamid Karzai. Pertemuan yang sedianya berlangsung hari Senin itu ditangguhkan akibat salju tebal.

Peristiwa langka

Kunjungan Cheney berlangsung di tengah kekhawatiran yang meningkat terhadap kegiatan perlawanan di beberapa kawasan di Afghanistan.

Basis militer Bagram, Afghanistan

Wartawan BBC Charles Haviland di Kabul mengatakan, Bagram adalah salah satu lokasi yang dijaga paling ketat di Afghanistan dan insiden semacam ini sangat langka.

Banyak sekali ranjau ditanam di wilayah di sekitar basis itu, dan banyak orang, termasuk anak-anak, sering terluka akibat peralatan semacam itu.

Para pejabat mengatakan, ledakan itu terjadi antara gerbang pengamanan luar dan gerbang dalam yang dijaga serdadu Amerika, yang berada beberapa puluh meter dari kawasan hunian di pangkalan tersebut.

Seorang pedagang di pasar di luar pangkalan itu menggambarkan ledakan " besar sekali", dan menyatakan itu mengguncang warung-warung di pasar.

Ada kekhawatiran Taliban melancarkan serangan musim semi dan para sekutunya saat salju mulai menghilang.

Amerika menempatkan sekitar 27 ribu serdadu di Afghanistan, dna ini merupakan jumlah tertinggi yang dikerahkan untuk menghadapi serangan, sejak negara itu menyerbu Afghanistan akhir tahun 2001.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy