|
KM Levina tiba-tiba tenggelam | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas setelah bangkai kapal motor Levina I yang terbakar pada hari Kamis lalu tenggelam ketika sedang ditinjau oleh para anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), sejumlah wartawan dan petugas Pusat Laboratorium Polri . Seorang jurukamera televisi Lativi meninggal dunia dan tiga lainnya - seorang wartawan dan dua aparat kepolisian - amasih hilang kata laporan media massa. Seorang reporter televisi yang ikut meninjau bangkai kapal Levina I itu mengatakan ada 16 orang di atas kapal ketika kapal tiba-tiba miring ke kanan dan tenggelam. Sebelumnya, jumlah korban jiwa dari kebarakan pada hari Kamis mencapai 41 orang setelah tim penyelamat menemukan 20 lagi jenasah yang mengapung di laut, kata para pejabat. Kapal motor Levina I berada sekitar 80 km di laut dari pelabuhan Tanjung Priok sewaktu kebakaran terjadi. Sekitar 250 penumpang diketahui selamat, namun ada kekhawatiran beberapa orang masih hilang.
Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) mengatakan ke-21 jenasah ditemukan pada pagi hari Minggu oleh beberapa kapal angkatan laut dan kapal nelayan. Sebelumnya korban jiwa adalah 20 orang. "Beberapa [jenasah] diambil dari laut oleh kapal-kapal perang TNI-AL sementara beberapa lainnya ditemukan oleh para nelayan," kata Kepala Dinas Penerangan Koarmabar, Letnan Kolonel (Laut) Hendra Pakan kepada kantor berita Associated Press. "Mereka ditemukan sekitar 48 km dari tempat kapal terbakar," kata Hendra Pakan. Kapal-kapal TNI-AL hingga kini masih melanjutkan pencarian. Para petugas yang berwenang khawatir jumlah penumpang Levina I kemungkinan lebih dari 307 orang yang terdaftar resmi. Kapal Levina I sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Pulau Bangka ketika kebakaran terjadi pada Kamis pagi.
Banyak dari penumpang yang selamat terjun ke laut untuk menjauhkan diri dari kobaran api. Yas Rizal, 33, berada di bagian atas kapal bersama istri dan putra mereka ketika kebakaran terjadi. "Api tiba-tiba muncul dari bagian bawah. Para awak memerintahkan kami untuk mengenakan jaket penyelamat dan kami melompat," katanya kepada kantor berita AP. Kecelakaan ini adalah kecelakaan laut terburuk yang terjadi di Indonesia setelah kapal Senopati Nusantara tenggelam dengan 600 penumpang dan awak pada akhir bulan Desember lalu, dan menewaskan lebih dari separuh dari seluruh penumpang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru-baru ini membentuk satu tim untuk meneliti keselamatan transportasi. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||