BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 14 Februari, 2007 - Published 11:59 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Bom Iran '11 tewas'
 
Bis
Bis yang membawa para anggota Pengawal Revolusi Islam hancur dibom
Sebelas orang tewas dalam sebuah ledakan bom dekat sebuah bis di kota Zahedan di Iran Tenggara, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, Irna.

Bom itu, yang disembunyikan di dalam sebuah mobil, dan ditujukan kepada para anggota tentara Pengawal Revolusi Iran, kata kantor berita itu, walaupun tidak jelas apakah semua orang yang tewas adalah anggota Pengawal Revolusi.

Qassim Rezai, seorang komandan militer, menggambarkan tindakan itu sebagai "terorisme" dan menyalahkan para "pemberontak" atas serangan tersebut.

Sejumlah laporan mengatakan, para tersangka di belakang pemboman itu telah ditahan.

Para wartawan mengatakan, serangan dengan skala dan tujuan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Iran. Serangan ini dimaksudkan untuk mengenai sebuah pasukan elit di tengah jalan di siang hari.

Pengendali jarak jauh

Zahedan menjadi tempat terjadinya kerusuhan kecil, dengan sejumlah anggota aparat keamanan tewas dalam dua bulan terakhir.

Kantor berita Fars mengatakan, sebuah mobil kecil menyusul bis dan kemudian berhenti depan bis, para penumpang mobil mengatakan, kendaraan mereka rusak.

Peta lokasi kejadian

Para penumpang mobil kemudian dijemput oleh sejumlah orang di atas sepeda motor dan pergi sebelum bom yang ditanam di dalam mobil itu meledak, yang tampaknya diledakkan dari jarak jauh.

Jumlah tepatnya korban sulit untuk diperkirakan. Organisasi Bulan Sabit Merah Iran mengatakan, hanya 8 jenazah yang masih utuh yang telah ditarik dari puing-puing bekas ledakan.

"Para bandit dan agen-agen pengacau keamanan dalam peristiwa kriminal ini menanam bom dekat bis dan menjadi orang-orang ini sebagai martir," kata Rezai.

Irna mengatakan, lima tersangka telah ditangkap, termasuk dua tersangka yang ditangkap oleh warga setempat.

Kota Zahedan terletak di provinsi Sistan-Baluchestan, yang memiliki perbatasan di Afganistan dan Pakistan.

Zahedan dilanda serangkaian serangan dan penculikan yang diduga dilakukan oleh sebuah kelompok Sunni bernama Jundallah (Brigade Allah).

Para pejabat Iran menuduh Inggris dan Amerika Serikat mendukung para pemberontak dari etnik minoritas yang beroperasi di tempat-tempat dekat perbatasan Iran yang sensitif.

Pengawal Revolusi Iran dibentuk tidak lama setelah revolusi Islam Iran tahun 1979, sebagai kekuatan militer yang mendampingi angkatan bersenjata negara itu, dan memiliki hubungan erat dengan Pemimpin Tertinggi Iran.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy