BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 08 Februari, 2007 - Published 12:44 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Iran 'membalas jika diserang'
 
Ali Khamenei
Iran akan menyerang kepentingan Amerika di seluruh dunia jika diserang, kata pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

"Para musuh tahu benar bahwa setiap agresi akan memicu reaksi dari berbagai sisi," kata Ali Khamenei.

Washington menuduh Tehran diam-diam mencoba mengembangkan senjata nuklir, dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuataan militer terhadap Irak.

Iran bersikukuh menyatakan, program nuklir mereka untuk keperluan sipil dan bertujuan memenuhi kebutuhan energi.

Wartawan BBC Frances Harrison di Tehran mengatakan, Ayatollah Khamenei menunjukkan sikap tak gentar terhadap kemungkinan serangan militer Amerika.

Pemimpin tertinggi Irak mengatakan, dia mengharapkan tidak ada orang yang menantang risiko dengan menyerang Iran, sebab negara itu akan menghadapi sendiri dan hanya akan menjadi semakin kuat secara militer dan ekonomi.

Latihan perang

Seorang tokoh terkemuka lain Iran, mantan Presiden Hashemi Rafsanjani juga mengeluarkan peringatan soal risiko menyerang Iran. Rafsanjani mengatakan, serangan itu akan menelan biaya besar bagi mereka yang mencoba-coba menyerang.

Militer Iran
Iran kembali menggelar latihan perang

Peringatan ini disampaikan kedua tokoh Iran sementara negara itu menggelar latihan militer baru.

Iran mengatakan telah berhasil menguji tembakkan rudal darat ke laut dengan jangkauan 350km.

Tehran mengumumkan juga menguji sistem pertahanan udara baru buatan Rusia.

Para pejabat menolak mengukuhkan apakah sistem itu digelar di sekeliling fasilitas-fasilitas nuklir negara itu.

Pada akhir pekan rombongan duta besar dari negara-negara nonblok diundang mengunjungi salah satu fasilitas nuklir Iran dalam event yang digambarkan sebagai kunjungan transparensi.

Kepala inspektur nuklir PBB akan melaporkan kepatuhan Tehran terhadap tuntutan Dewan Keamanan PBB bulan ini.

Bulan Desember, PBB menerapkan sanksi terbatas terhadap Iran lantaran negara ini menolak membekukan pengayaan uranium.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy