31 Januari, 2007 - Published 13:16 GMT
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato tahunannya setelah sempat tertunda beberapa kali.
Limapuluh enam halaman teks pidato tahunan dibacakan Presiden Yudhyono sekitar tiga jam dengan diselingi jeda dan beberapa koreksi.
Hampir sebagian besar isi pidato adalah merangkum semua kebijakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, angka pertumbuhan ekonomi dan aneka keputusan pemerintah lainnya.
Tentang program untuk mengatasi kemiskinan, Presiden Yudhoyono mengatakan anggaran pemerintah setiap tahun ditingkatkan.
"Tahun 2006 melonjak hampir dua kali lipat [dari tahun sebelumnya] menjadi Rp42 trilyun dan tahun 2007 ini adalah Rp51 trilyun."
Jumlah angka kemiskinan yang disampaikan pada pidato kenegaraan yang lalu pernah dikrititisi oleh tim ekonomi dari Indonesia Bangkit karena presiden diniliai menggunakan data yang tidak valid.
Melalui pidato kenegaraan ini, tampaknya presiden menampiknya.
Presiden banyak menggunakan angka-angka perbandingan statistik, tampaknya untuk menunjukkan keberhasilan riil pemerintah seperti target pertumbuhan ekonomi tahun ini 6% yang naik dari 5,6% pada tahun lalu.
Beberapa kali penundaan pidato ini tampaknya membuat presiden lebih menguasai angka-angka materi pidatonya.
Ini terlihat saat rekaman pidato televisi, Yudhyono langsung menyadari dengan adanya kesalahan angka yang ditampilkan pada layar.
Saat jeda, presiden mengaku hampir 80% materi pidato dibuatnya sendiri dan kebiasaan pidato pada awal tahun ini diharapkan menjadi kebiasaan yang berlaku di masa yang akan datang.