31 Januari, 2007 - Published 11:19 GMT
Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudoyono dan Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharraf sepakat menempuh langkah baru untuk mempercepat penyelesaian masalah di Timur Tengah.
Pada jumpa pers bersama usai pertemuan bilateral di Jakarta Rabu pagi, kedua pemimpin mengatakan para pemimpin negara-negara Islam harus bekerjasama dan mempergunakan pengaruh mereka agar konflik di Irak, Palestina dan Libanon bisa dituntaskan.
Presiden Musharraf mengatakan kedatangannya ke Indonesia adalah untuk membicarakan "kekisruhan yang terjadi di dunia Muslim... mengevaluasi kericuhan di Palestina, Irak, Libanon dan Afghanistan".
Kedua negara juga mendukung rencana pemerintah Arab Saudi yang akan mengundang dua pemimpin kelompok di Palestina, yaitu Hamas dan Fatah, yang tengah bertikai.
"Kebersamaan negara-negara Islam yang memiliki pikiran dan pandangan yang serupa bisa disatukan untuk memecahkan masalah-masalah tersebut," kata Presiden Yudhoyono.
"Indonesia dalam waktu dekat juga akan menyelenggarakan konperensi yang akan dihadiri oleh ulama-ulama dari negara-negara Islam untuk mencari pandangan terbaik bagaimana konflik internal di negara-negara Islam khususnya di Timur Tengah dapat diselesaikan."
Sebelum bertemu Presiden Yudoyono, Presiden Musharraf singgah di sejumlah negara-negara Islam di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Yordania, Suriah dan Uni Emirat Arab, untuk mengkampanyekan upaya penyelesaian pertikaian di kawasan tersebut.
Musharraf selanjtunya ke Malaysia untuk bertemu dengan Perdana Menteri Abdullah Badawi.