http://www.bbc.com/indonesian/

05 Januari, 2007 - Published 12:29 GMT

Flu burung ancam Vietnam

Wabah terbaru flu burung pada unggas di Vietnam adalah ancaman besar bagi kesehatan masyarakat, kata kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di negara itu.

Dr Hans Troedsson mengatakan cuaca yang lebih sejuk dan festival Tet yang akan berlangsung meningkatkan resiko penyakit menyebar ke manusia.

Wabah H5N1 ditemukan di sebuah perternakan ayam bulan Desember kemarin, yang merupakan wabah pertama pada unggas dalam hampir setahun.

Ketua WHO yang baru, Margaret Chan memperingatkan bahwa flu burung masih menjadi ancaman global.

Panduan singkat: Flu burung

Dr Chan, pakar flu burung dari Hong Kong, mengatakan flu burung dilaporkan mulai muncul lagi dalam beberapa pekan ini dan ancaman dari penyakit ini khususnya sangat menyulitkan negara-negara miskin.

"Kita harus tetap siaga. Kita harus selalu siap," kata Chan, setelah menjadi pejabat Cina pertama yang mengepalai WHO.

'Dampak negatif'

Vietnam selama ini mendapat pujian luas oleh para pakar kesehatan internasional karena berhasil mengatasi flu burung.

Negara ini sudah bebas dari flu burung selama setahun - karena keberhasilan kebijakan pemusnahan unggas dan vaksinasi.

Direktur WHO di Vietnam, Dr Troedsson, mengatakan wabah pada unggas yang terjadi bulan lalu bukan berarti kebijakan penanganan pemerintah Vietnam gagal.

Namun dia memperingatkan musim dingin membuat virus bisa bertahan lebih lama, dan festival Tet pada bulan Februari "bisa memiliki dampak negatif".

"Bukan hanya banyak orang yang bepergian, tetapi banyak ayam yang akan dimakan, jadi lebih banyak ayam dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dan dipotong," katanya kepada wartawan BBC di Hanoi, Bill Hayton.

Dr Troedsson mengatakan pemerintah Vietnam harus mempertahankan strategi yang terbuka, pemantauan seksama dan melakukan vaksinasi pada jutaan unggas di negara itu.

Namun dia memperingatkan bahwa untuk benar-benar menghilangkan virus flu burung dari negara itu dibutuhkan waktu beberapa tahun.

Margaret Chan berjanji untuk mengambil sikap tegas terhadap negara-negara yang tidak menjalankan pemeriksaan ketat atas flu burung atau mengganggu upaya global untuk mengembangkan vaksin.