|
Hong Kong batasi ibu hamil Cina | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Peraturan baru akan diberlakukan di Hong Kong, yang ditujukan untuk membatasi jumlah wanita hamil yang datang dari Cina daratan ke Hong Kong untuk melahirkan. Mulai tengah malam waktu setempat (2300 WIB) para calon ibu dari Cina harus mengatur rencana kelahiran bayi mereka di rumah sakit terlebih dahulu sebelumnya boleh masuk ke Hong Kong. Mereka yang hamil lebih dari tujuh bulan tetapi tidak memilliki tempat di rumah sakit akan dilarang masuk oleh para petugas imigrasi. Hong Kong mengatakan arus masuk para ibu hamil dari Cina daratan memberatkan fasilitas di banyak rumah sakit bersalin. Banyak wanita dari Cina ingin mendapatkan hak untuk menetap di Hong Kong bagi anak-anak mereka, termasuk hak mendapat pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Biaya lebih mahal Tahun lalu, sekitar 12.000 wanita dari Cina datang ke Hong Kong untuk bersalin, dan menyebabkan fasilitas di rumah sakit Hong Kong kewalahan. Sekarang semua rumah sakit di wilayah itu memiliki sistem pendaftaran dan menetapkan kuota bagi jumlah ibu dari Cina daratan yang akan melahirkan di sana. Langkah lain yang diambil Hong Kong untuk mengurangi jumlah wanita yang masuk dari Cina daratan untuk melahirkan bayi mereka, para ibu dari Cina kini harus membayar biaya rumah sakit dua kali lipat dari ibu warga Hong Kong. Biaya ini harus dibayarkan sebelum persalinan, saat pemeriksaan pada masa kehamilan, agar mereka bisa menerima sertifikat yang memperlihatkan mereka boleh masuk kembali ke Hong Kong. Para ibu yang hamil 28 minggu dan tidak memiliki sertifikat akan ditolak masuk. Departeman kesehatan Hong Kong berencana mengirim tim medis untuk membantu para patugas imigrasi menjalankan peraturan baru ini di pos pemeriksaan perbatasan. Deputi Menteri Kesehatan, Kesejahteraan dan Pangan Hong Kong, Patrick Nip mengatakan langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan prioritas pelayanan bagi wanita lokal. Namun wartawan BBC di Shanghai, Quentin Sommerville mengatakan beberapa kalangan di Cina mengecam kebijakan ini sebagai diskriminasi. Langkah yang baru ini tidak berlaku bagi calon ibu dari negara-negara lain. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||