|
Eropa bahas transfer data AS | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Parlemen Eropa akan membahas seberapa banyak data penumpang pesawat dan nasabah bank yang dikirim ke kumpulan data anti teror Amerika Serikat. Uni Eropa sudah mengatakan kepada Washington bahwa mereka khawatir sistem yang digunakan Amerika untuk mengakses data penumpang melanggar kesepakatan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Washington mengatakan kemampuan mengakses data trasnsaksi bank dan rincian penumpang pesawat penting bagi perang mereka melawan terorisme. Amerika mengumpulkan informasi tentang penumpang pesawat penerbangan sejak serangan 11 September. Banyak kalangan di Uni Eropa khawatir dengan cakupan permintaan Amerika itu. Tahun lalu, terungkap bahwa sebuah perusahaan swasta, Swift, yang menangani jutaan transfer uang, memberikan informasi ke aparat berwenang Amerika Serikat. Hal ini melanggar peraturan Uni Eropa. Sekarang para anggota parlemen Eropa ingin mengetahui apakah data itu masuk ke sistem data tersangka teror Amerika, ATF, yang menyusun profil tersangka teroris. Mereka juga bertanya apakah Komisi Eropa mengetahui apakah ada permintaan data dari Washington kepada perusahaan-perusahaan lainnya seperti penyedia jasa telekomunikasi atau asuransi. Sebagai bagian dari tugasnya, komisi itu sudah menulis surat kepada pemerintah Amerika untuk menanyakan apakah sistem ATF itu mempergunakan informasi tentang para penumpang pesawat udara dengan cara yang melanggar kesepakatan Uni Eropa dan Amerika Serikat. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||