BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 15 Januari, 2007 - Published 10:48 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Video eksekusi sekutu Saddam
 
Barzan al-Tikriti
Pejabat Irak mengatakan apa yang terjadi pada Barzan tidak disengaja
Para pejabat pemerintah Irak memperlihatkan rekaman video hukuman mati dua mantan pejabat pemerintah Saddam Hussein.

Video itu memperlihatkan Barzan al-Tikriti dan Awad Hamad al-Bandar digantung berdampingan.

Kepala Barzan, saudara tiri Saddam, terpotong dari badannya ketika digantung. Pemerintah Irak mengatakan ini terjadi tanpa disengaja.

Dia dan Awad Hamad al-Bandar, seorang hakim berkuasa di masa pemerintahan Saddam, dinyatakan bersalah atas pembunuhan 148 penduduk Syiah pada tahun 1980an.

Wartawan BBC Andrew North mengatakan video itu pertama-tama memperlihatkan kedua pria dipersiapkan untuk digantung dan berdiri berdampingan.

Mereka mengenakan pakaian berwarna oranye dan tali gantungan kemudian diikatkan ke leher kedua orang itu.

Tidak lama kemudian mereka jatuh saat pintu terbuka dari panggung tiang gantungan. Tali yang mengikat leher Barzan tertarik ke atas, dan tubuhnya jatuh ke bawah.

Kamera kemudian memperlihatkan tubuh tanpa kepala di bawah tiang gantungan, berlumuran darah di bagian leher. Tubuh al-Bandar masih tergantung di tali, kata salah seorang pejabat yang hadir.

Wartawan kami mengatakan para pejabat mengatakan mereka tidak berencana menyebarkan rekaman ini.

Jenasah kedua pria dilaporkan telah diterbangkan ke kota asal Saddam Hussein, Tikrit, 180 km di utara Baghdad, untuk dikebumikan.

Berbagai reaksi

Hukuman mati dilakukan pada pukul 0700 WIB, tampaknya pada gedung yang sama tempat Saddam Hussein digantung pada tanggal 30 Desember setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan yang sama.

HUKUMAN GANTUNG
Cara eksekusi ini memutus leher bukan mencekiknya
Metode 'dijatuhkan' saat digantung dikembangkan di abad 19
Panjang tali diperkirakan dengan menggunakan berat terpidana
Tinggi panggung biasanya antara 1,3 m sampai 3 m
Jika panggung terlalu tinggi, kepala terpidana bisa terpotong ketika digantung

Cara ekskusi Saddam dilakukan memicu kontroversi di seluruh dunia, setelah rekamanan video yang diambil oleh telepon genggam tersebar, yang memperlihatkan Saddam diejek dan dihina pada saat-saat terakhir hidupnya.

Pemerintah Irak yang didominasi oleh kalangan Syiah berjanji untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Jurubicara pemerintah Ali al-Dabbagh mengatakan kali ini semua yang hadir harus menandatangani dokumen bahwa mereka harus bertindak baik sesuai dengan peraturan eksekusi.

Para wartawan mengatakan kondisi mengenaskan yang terjadi saat Barzan al-Tirkiti dihukum mati diumumkan kemungkinan untuk mencegah kejadian itu dibocorkan dan disertai tuduhan bahwa dia mendapat perlakuan buruk.

Anggota tim pembela para terpidana, Issam al-Ghazzawi, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia sangat marah dengan kejadian ini.

"Sewaktu seseorang digantung, kepalanya tidak terpotong dari badan," katanya. "Cara Barzan dihukum mati sangat memalukan."

Wartawan BBC Mike Wooldridge mengatakan eksekusi ini menimbulkan reaksi beragam di Baghdad.

Dia mengatakan warga di wilayah Syiah, Sadr, di Baghdad merayakan hukuman gantung ini, khususnya terhadap Barzan.

Namun sejumlah warga ibukota Irak lainnya mengatakan eksekusi itu tidak berhubungan dengan masalah yang dihadapi Irak sehari-hari, tambah wartawan kami.

'Sasaran utama'

Barzan Ibrahim al-Tikriti, saudara tiri Saddam Hussein, menjabat sebagai kepala satuan polisi rahasia, Mukhabarat.

Dia adalah pejabat senior pemerintah Irak pada saat invasi pimpinan Amerika Serikat dan dia adalah sasaran utama untuk ditangkap.

Awad Hamad al-Bandar dan Barzan Ibrahim al-Tikriti
Mereka dinyatakan bersalah atas pembunuhan 148 penduduk Syiah

Ketika dia dipenjara, terungkap bahwa dia menderita kanker dan beberapa kalangan menyerukan agar dia dibebaskan untuk mendapat perawatan atas dasar pertimbangan kemanusiaan.

Awad Hamad al-Bandar adalah kepala Pengadilan Revolusioner Irak. Menurut surat dakwaan, dia memimpin pengadilan tidak sah yang sering kali menjatuhkan vonis mati.

Pengadilan yang dia pimpin memerintahkan hukuman mati bagi warga kota Dujail setelah upaya pembunuhan terhadap Saddam Hussein gagal pada tanggal 8 Juli 1982.

Para pengacaranya mengatakan al-Bandar saat ini hanya menuruti apa yang ditetapkan dalam undang-undang Irak, dan membantah mantan hakim ini memerintahkan ekskusi terhadap remaja.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy