|
Irwandi Yusuf bertemu presiden | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Gubernur terpilih Aceh, Irwandi Yusuf, dan wakilnya Muhammad Nazar, siang tadi bertemu Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Jakarta. Ini merupakan pertemuan pertama mereka dengan Presiden sejak pasangan berlatar Gerakan Aceh Merdeka ini menang dalam Pilkada bulan lalu. Presiden mengucapkan selamat dan menekankan bahwa mereka adalah gubernur dan wakil gubernur Aceh yang merupakan bagian dari wilayah Indonesia. Usai pertemuan itu, Gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf dan wakilnya Muhammad Nazar kepada pers mengatakan, mereka menjelaskan prioritas pembangunan yang akan diterapkan di Aceh, seperti pemberantasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi lemah. Sementara itu, Presiden Yudoyono, selain mengucapkan selamat, mengatakan bahwa Irwandi dan Muhammad Nazar adalah Gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih, yang merupakan bagian Indonesia. 'Buku suci' Menanggapi pertanyaan wartawan, tentang masih adanya keraguan bahwa mereka masih ingin memerdekakan Aceh, Irwandi Yusuf, menepisnya. "MOU (memorandum understanding) adalah buku suci tentang hubungan antara Jakarta dan Aceh," kata Irwandi. Irwandi meminta komitmen Aceh berada dalam NKRI tidak dipersoalkan lagi. "Sudah jelas. Sudah diteken. Tidak ada persoalan," tandas Irwandi yang pernah menjadi jurubicara GAM. Setelah bertemu Presiden, Irwandi dan pasangannya hari Kamis juga bertemu dengan Wakil Presiden Yusuf Kalla. Rencananya pasangan ini akan dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur secara resmi pada 8 Februari nanti. Irwandi dan pasangannya, yang dicalonkan dari jalur independen, terpilih sebagai gubernur Nangroe Aceh Darussalam, setelah mengantongi suara sekitar 38, 20 persen, jauh di atas kandidat lainnya. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||