BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 November, 2006 - Published 11:01 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Tuduhan perkosaan tentara PBB
 
Seorang remaja Liberia yang mengaku diperkosa tentara PBB
Remaja Liberia ini mengatakan dia hamil setelah diperkosa
Penyelidikan oleh BBC mengungkapkan bahwa anak-anak menjadi korban perkosaan dan pelacuran yang dilakukan oleh tentara PBB di Haiti dan Liberia.

Anak-anak perempuan yang diwawancara oleh PBB mengatakan mereka sering bertemu dengan tentara yang memaksa melakukan hubungan seks dengan mereka dengan imbalan uang atau makanan.

Seorang pejabat senior PBB mengakui bahwa klaim tersebut bisa dipercaya.

PBB menghadapi beberapa skandal yang dilakukan oleh pasukannya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk jaringan pedofil di Kongo dan perdagangan perempuan di Kosovo.

Asisten sekretaris jenderal yang bertanggungjawab atas operasi penjaga perdamaian mengakui bahwa praktek pelanggaran seksual oleh staf PBB terjadi di beberapa tempat.

"Kami menghadapi masalah ini mungkin sejak tugas penjaga perdamaian dilakukan - eksploitasi terhadap penduduk yang menderita," kata Jane Holl Lute kepada BBC.

Pelanggaran

PBB dijadwalkan untuk menggelar konperensi khusus di New York pada Senin 4 Desember untuk membahas masalah ini.

Penyelidikan BBC dilakukan sebagai bagian dari program seri khusus Generation Next yang difokuskan pada remaja di bawah usia 18 tahun.

Wartawan BBC Mike Williams
Wartawan BBC Mike Williams berbicara kepada seorang anak perempuan yang mengaku diperkosa oleh tentara PBB dari Brasil

Di Haiti, anak jalanan berusia 11 tahun melaporkan penyiksaan seksual yang dilakukan oleh pasukan penjaga perdamaian di luar gerbang istana presiden di Port-au-Prince.

Seorang anak perempuan 14 tahun menceritakan dia diculik dan diperkosa di pangkalan angkatan laut PBB di Haiti dua tahun lalu.

Meski dibarengi dnegan laporan dokter yang lengkap, tuduhan itu ditepis oleh PBB karena kurang bukti - dan tentara yang dituding melakukan perkosaan kembali ke negara asalnya.

Di Liberia, seorang anak perempuan berusia 15 tahun mengatakan dia diserang oleh seorang tentara PBB pada tanggal 15 November.

Pada bulan Mei tahun ini, penyelidikan BBC lainnya mengungkap penyiksaan sistematis di Liberia, termasuk pemberian makanan kepada remaja di tempat-tempat pengungsian jika mau melakukan hubungan seks.

PBB menanggapi tuduhan ini dengan memperketat aturan, dengan menunjuk 500 pemantau yang ditempatkan di berbagai daerah di negara itu, dan memberlakukan latihan wajib bagi semua personel.

Seorang petugas ORNOP setempat mengatakan laporan-laporan tentang penyiksaan seksual yang dilakukan oleh pasukan penjaga perdamaian "masih terjadi meski berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghentikannya".

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy