BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 November, 2006 - Published 10:22 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Bush janji 'selesaikan Irak'
 
PM Irak Nouri Maliki dan Presiden AS George Bush
Nouri Maliki mendapat tekanan dari dalam Irak untuk tidak bertemu dengan Presiden Bush
Presiden AS George Bush berjanji untuk tetap menempatkan pasukan Amerika di Irak sampai "tugas selesai".

Setelah pertemuan puncak di Yordania dengan Perdana Menteri Irak Nouri Maliki, Bush mengatakan pasukan AS akan bertahan di Irak selama pemerintah Maliki menginginkannya.

Presiden Bush memuji Maliki sebagai pemimpin yang kuat. Dia mengatakan PM Irak itu mengatakan kepadanya bahwa perbedaan pandangan tentang Irak hanya akan memperburuk keadaan.

Pertemuan kedua pemimpin itu dilakukan di saat muncul laporan oleh lembaga pengkajian lintas partai di Amerika, Kelompok Studi Irak, yang merekomendasikan perubahan dalam kebijakan Amerika.

Ketika berbicara pada jumpa pers bersama pada hari Kamis, Maliki mengatakan pemerintahnya satu pendapat dengan "dunia yang beradab" dalam memerangi teror.

Maliki mengatakan dia menginginkan hubungan saling menghargai dengan negara-negara tetangga Irak.

Bush mengatakan hal yang penting untuk dilakukan adalah mempercepat pelatihan pasukan keamanan Irak dan bahwa PM Maliki harus memiliki lebih banyak aparat keamanan, agar teroris dan satuan maut bisa dikalahkan.

Mendapat tekanan

Kedua pemimpin itu menghadapi tekanan kuat terkait dengan keadaan di Irak dan pertemuan mereka dilakukan setelah salah satu pekan yang paling berdarah di negara itu sejak invasi pimpinan Amerika pada tahun 2003.

 Dia [Nouri Maliki] menurut saya terkesan seperti pemimpin yang ingin bertindak tegas tetapi kesulitan untuk melakukannya
 
Stephen Hadley

Nouri Maliki mendapat tekanan dari dalam Irak untuk tidak bertemu dengan Presiden Bush kata wartawan BBC di Amman, Jon Leyne.

Dalam aksi protes yang menentang pertemuan itu, kelompok politik di Irak yang setia kepada ulama Syiah Moqtada Sadr menghentikan partisipasi mereka di pemerintah.

Kelompok itu, yang memiliki 30 anggota parlemen dan beberapa menteri, selama beberapa hari mengancam dan mendesak Maliki membatalkan pertemuan di Yordania.

Maliki juga menjadi topik dari sebuah memo yang dibocorkan di Amerika, yang diterbitkan koran the New York Times pada hari Senin, di mana penasehat keamanan nasional pemerintah Bush, Stephen Hadley, mempertanyakan kemampuan Maliki mengendalikan kekerasan sektarian.

Menurut koran itu, memo tertanggal 8 November yang dikirimkan ke para pejabat tinggi AS, mengatakan bahwa meski Maliki memiliki niat yang baik, kemampuannya "belum cukup untuk mengubah niat baiknya menjadi tindakan".

Irak 'mandek'

Sementara itu Presiden Bush menghadapi tekanan politik yang semakin kuat tentang kurangnya kemajuan di Irak dan aksi kekerasan yang terus terjadi, kata wartawan BBC di Yerusalem, Jonathan Beale.

Gedung Putih bahkan mengakui bahwa kekerasan di Irak telah mencapai tahap baru meski mereka tidak mau menyebutnya sebagai perang saudara, katanya.

Laporan-laporan pada hari Rabu mengisyaratkan bahwa Amerika berniat memindahkan lebih banyak pasukan ke Baghdad pada awal tahun depan untuk mencoba mengembalikan ketentraman.

Tetapi sebelumnya muncul laporan oleh Kelompok Studi Irak, panel lintas partai yang dibentuk untuk menilai kebijakan AS di Irak. Kelompok ini akan mengeluarkan hasil temuan mereka pada tanggal 6 Desember, kata pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu.

Salah satu kepala panel itu, Senator Lee Hamilton, mengatakan para anggota sekarang sudah mencapai konsensus namun dia tidak menjelaskannya.

Laporan-laporan awal menyatakan mereka akan merekomendasikan agar militer AS dipindahkan dari tugas perang menjadi tugas lain yang bersifat membantu, dan juga mendesak dilakukannya konperensi kawasan yang melibatkan Iran dan Suriah.

 
 
PM Irak, Maliki temui Bush
29 November, 2006 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy