|
Protes penderita HIV/AIDS | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA, menilai pemerintah gagal melindungi korban HIV/AIDS dari perlakuan diskriminatif oleh berbagai pihak. Akibat hal ini beberapa dari mereka mengancam akan menularkan virus HIV ke orang lain. Ancaman ini disampaikan oleh sekitar 50 penderita HIV/AIDS di Jakarta. Stella Maris Kaunang, salah satu pegiat dan penderita yang ikut melakukan protes mengatakan diskriminasi seperti pemecatan dan penolakan dari pihak rumah sakit masih dialami oleh mereka. Sementara itu Ketua LBH Kesehatan Iskandar Sitorus menilai pemerintah gagal melindungi para penderita HIV/AIDS karena selama ini langkah penanganan AIDS tidak pernah dimasukkan kedalam anggaran pemerintah. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengakui bahwa dana pemerintah untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS di Indonesia terbatas, namun dia membantah adanya perlakuan diskriminatif oleh pihak rumah sakit. Data dari departemen kesehatan menunjukkan sedikitnya 216.000 orang terinfeksi HIV di Indonesia, dengan 46% dari mereka adalah pengguna narkoba suntik. Harga obat anti-retroviral yang mahal dan tidak terjangkau diperkirakan akan membuat jumlah penderita HIV berlipat ganda pada tahun 2010. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||