|
Dialog nuklir Korut 'dilanjutkan' | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perundingan enam negara mengenai program nuklir Korea utara akan kembali dilangsungkan sebentar lagi, demikian kepastian yang dikeluarkan oleh kementrian luar negeri Cina. Kesepakatan itu dicapai setelah terjadi pertemuan informal di Beijing antara Korea Utara, Cina dan Amerika Serikat, kata kementrian Cina. Perundingan itu terhenti tahun lalu setelah Pyongyang menarik diri sebagai langkah protes terhadap sanksi-sanksi keuangan yang diberlakukan Amerika terhadap Korea Utara. Korea Utara mengkhawatirkan dunia setelah melakukan uji coba nuklir awal bulan Oktober dan memicu lahirnya lahirnya sanksi-sanksi PBB dalam bidang senjata dan keuangan. Kementrian Luar Negeri Cina mengatakan dalam situsnya bahwa utusan dari Cina, Amerika dan Korea Utara bertemu hari Selasa lalu dan "bertukar pendapat dan pandangan secara mendalam dalam upaya melanjutkan proses perundingan enam negara." Ketiga negara sepakat perundingan itu "akan diadakan segera pada waktu yang tepat bagi enam negara". Juru runding pemerintah Amerika, Wakil Menteri Luar Negeri Christopher Hill, belakangan mengatakan perundingan bisa digelar kembali bulan depan. Dia menambahkan bahwa Korea Utara tidak menentukan syarat-syarat untuk ikut kembali dalam perundingan ini. Pengumuman ini disambut baik oleh Korea Selatan dan Rusia, yang bersama-sama dengan Jepang ikut dalam enam negara peserta perundingan. Krisis masih berlanjut Perundingan ini dimulai tahun 2003 untuk mencari satu cara menyelesaikan krisis program nuklir Pyongyang.
Keenam negara yang berunding ini tampak seperti mencapai terobosan bulan September 2005 lalu ketika Korea Utara mengumumkan akan menghentikan kegiatan nuklirnya dan kembali ikut Traktat Non-Profilerasi. Tetapi beberapa bulan kemudian, optimisme ini luntur ketika Korea Utara mundur dari perundingan sebagai protes atas sanksi keuangan yang dijatuhkan Amerika, dimana dana $24 juta AS milik Korea Utara dibekukan. Keputusan Korea Utara untuk menguji tujuh peluru kendali bulan Juli lalu dan kemudian melakukan uji senjata nuklir tanggal 9 Oktober yang akhirnya menimbulkan kecaman dunia. Cina, sekutu utama Pyongyang, bergabung dengan anggota Dewan Keamanan PBB dalam menyetujui sanksi-sanksi yang bertujuan menghalangi program peluru kendali dan nuklir Korea utara, begitu juga melarang pejabat Korea Utara bepergian dan melarang impor barang-barang mewah. Tetapi Beijing juga melakukan perundingan di balik layar secara maraton untuk mencoba memulai kembali perundingan dan tampaknya usaha itu membuahkan hasil, kata wartawan BBC Rupert Wingfield Hayes di ibukota Beijing. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||