BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 31 Oktober, 2006 - Published 12:02 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Cina perketat hukuman mati
 
Protes anti hukuman mati
Cina memiliki tingkat pelaksanaan hukuman mati tertinggi di dunia
Cina meloloskan undang-undang yang mengatur hukuman mati hanya boleh dilakukan setelah disetujui oleh Mahkamah Agung, kata laporan media.

Upaya ini diambil setelah terjadi serangkaian pelanggaran keadilan sejak pengadilan yang lebih rendah diberikan hak untuk menyetujui hukuman mati pada tahun 1980an.

Kantor berita resmi Cina, Xinhua, mengatakan hal ini dianggap sebagai reformasi paling penting pada sistem hukuman mati di negara itu selama lebih dari dua dasawarsa.

Cina dituduh menjalankan lebih banyak eksekusi mati dari negara-negara lain di dunia.

Pada tahun 2005, Cina diperkirakan melakukan 1.770 hukuman mati dan menjatuhkan vonis mati kepada hampir 4.000 orang, kata Amnesty International.

Langkah kecil

Perubahan undang-undang ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2007, kata Xinhua.

 Dengan ini terdakwa dalam kasus hukuman mati bisa mendapat kesempatan untuk didengarkan
 
Xiao Yang, Hakim Agung Cina

Ini berarti semua hukuman mati yang dijatuhkan oleh pengadilan yang lebih rendah harus ditinjau kembali oleh Mahkamah Agung.

Namun masih belum jelas apakah ini berarti akan dilakukan persidangan penuh, seperti di pengadilan tinggi, atau hanya diurus secara administrasi.

Jerome Cohen, pakar sistem peradilan Cina di Amerika, menyebut langkah ini sebagai "langkah ke arah yang benar", yang menunjukkan aparat penegakan hukum tertinggi di Cina semakin khawatir dengan sistem hukuman mati.

Namun dia mengatakan reformasi yang lebih mendasar dari undang-undang hukuman mati dibutuhkan untuk mengubah cara kasus dan banding ditangani.

Hakim Agung Cina, Xiao Yang menyebutnya "langkah penting dalam mencegah penjatuhan vonis yang salah".

"Dengan ini terdakwa dalam kasus hukuman mati bisa mendapat kesempatan untuk didengarkan," kata Xiao Yang dalam komentar yang dimuat di media pemerintah.

Keadilan disalahgunakan

Mahkamah Agung bertanggungjawab untuk meninjau kembali semua kasus hukuman mati yang dijatuhkan mulai dari awal 1980an sewaktu pengadilan provinsi memiliki kewenangan untuk menjatuhkan hukuman mati.

Pada awal tahun ini, kasus hukuman mati kembali dibahas di saat Cina menghadapi tekanan di dalam dan luar negeri terkait dengan penyalahgunaan keadilan.

Dua perkara di mana pengadilan menghukum orang yang tidak bersalah ramai diliput oleh media massa Cina tahun lalu.

Seorang tukang daging yang dieksekusi karena dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan pada tahun 1989 di kemudian hari terbukti tidak bersalah sewaktu orang yang dikatakan menjadi korban ternyata masih hidup.

Dalam kasus lainnya, seorang pria dibebaskan setelah mendekam 11 tahun dipenjara karena didakwa membunuh istrinya, setelah wanita itu ditemukan masih hidup.

Aparat berharap keputusan ini akan memperketat proses peradilan saat ini, namun masih harus dilihat apakah perubahan ini akan mempengaruhi jumlah orang yang dihukum mati di Cina, kata wartawan BBC di Beijing, Daniel Griffiths.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy