|
Al-Qaeda-Saddam tak terkait | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tidak ada bukti hubungan formal antara mantan pemimpin Irak Saddam Hussein dengan para pemimpin Al Qaeda di Irak menjelang perang tahun 2003, demikian sebuah laporan Senat Amerika. Penemuan itu dicantumkan dalam laporan CIA 2005 yang disiarkan Komite Intelejen Senat hari Jumat. Presiden George W Bush pernah mengatakan kehadiran pemimpin Al Qaeda Abu Musab al-Zarqawi di Irak sebelum perang merupakan bukti adanya hubungan itu. Kubu oposisi dari Demokrat menyatakan laporan itu melemahkan alasan Bush berperang di Irak. Wartawan BBC Justin Webb di Washington menyebutkan, Presiden Amerika berkali-kali berusaha mengaitkan perang di Irak yang banyak dipandang orang Amerika sebagai sebuah kesalahan, dengan apa yang disebut perang melawan teror yang mendapat dukungan rakyat. Laporan itu muncul bersamaan dengan Bush yang membuat serangkaian pidato mengenai "perang melawan teror" menjelang peringatan kelima serangan 11 September. Permintaan ditolak Laporan itu merupakan bagian kedua dari analisis komite Senat mengenai intelejen menjelang perang. Laporan pertama mengenai kegagalan CIA dalam kajian program senjata Irak. Komite itu menyimpulkan bahwa CIA memiliki bukti beberapa contoh kontak anatra penguasa Irak dengan Al Qaeda sepanjang tahun 1990-an namun tidak menambahkan apapun mengenai hubungan formal. Ditambahkan, pemerintah Irak "tidak memiliki hubungan, menampung atau pura-pura tidak tahu Zarqawi dan para pengikutnya". Dikatakan, Iran dan Al Qaeda secara ideologis terpisah jauh. "Saddam Hussein tidak dipercayai oleh Al Qaeda dan memandang kelompok Islam ekstrem sebagai ancaman terhadap rejimnya, menolak semua permintaan dari Al Qaeda untuk memberikan dukungan material atau operasi," katanya. Laporan Senat menambahkan, rejim Irak berulangkali menolak permintaan Al Qaeda untuk mengadakan pertemuan. Laporan itu juga berkaitan dengan peran informasi yang tidak akurat yang diberikan kelompok oposisi Irak menjelang perang. 'Dakwaan menghancurkan' Juru bicara Gedung Putih Tony Snow mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa laporan itu berisi "tidak ada hal baru". "tahun 2002 dan 2003, anggota kedua partai mengkaji intelejen yang kita miliki dan mereka mengambil kesimpulan sangat sama mengenai apa yang terjadi," katanya. Namun Senator Demokrat Carl Levin melukiskan laporan itu "dakwaan menghancurkan" bagi upaya pemerintah berusaha menghubungkan Saddam Hussein dengan Al Qaeda. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||