http://www.bbc.com/indonesian/

Hasil survei toleransi umat

Sekitar 42 persen orang Islam di Indonesia keberatan apabila penganut agama lain mendirikan tempat ibadah di lingkungannya, kata hasil survey baru.

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia, LSI, tentang kadar toleransi antar umat beragama di Indonesia, menunjukkan bahwa mereka cukup toleran dalam masalah sosial. Misalnya, mereka disebutkan tidak keberatan hidup bertetangga dengan orang yang berbeda agama.

Tapi, menurut peneliti LSI Iman Suhirman, sikap toleran itu berkurang, terutama di kalangan Umat Islam, apabila memasuki wilayah teologis dan politik, seperti soal pembangunan tempat ibadah.

Wartawan BBC di Jakarta Heyder Affan melaporkan , hasil survei LSI ini tidak menyebutkan alasan sebagian responden yang beragama Islam menolak pembangunan rumah ibadat milik pemeluk agama lainnya.

Tapi, menurut Iman, data survei yang dilakukan awal tahun 2006 dan di 33 provinsi, ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah toleransi antar umat beragama beluml selesai.

Wakil Sekjen Nahdlatul Ulama, NU, Masduki Baidlawi mengatakan, pemerintah harus melakukan pendekatan psikologi keagamaan dalam masalah ini.

Itulah alasan, Masduki Baidlawi melihat revisi Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam negeri dan Menteri Agama tentang pembangunan rumah ibadah perlu dikaji ulang, karena masih terkesan menganaktirikan agama di luar Islam.

Tetapi, menurut penasihat Ormas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hajdrianto Tohari, yang penting semangat revisi itu jangan hanya untuk kepentingan kelompok agama tertentu.

Sejauh ini materi revisi Surat Keputusan Bersama, SKB dua menteri itu, masih ditanggapi secara pesimis oleh kalangan gereja, meski sebagian pimpinan umat islam mengganggapnya sebagai jalan terbaik.

Sebagian Umat Kristen menganggap aturannya masih menyulitkan mereka, misalnya, untuk membangun rumah ibadah, maka harus mendapat dukungan paling sedikit 60 orang masyarakat setempat -- yang harus disahkan lurah atau kepala desa, selain tanda tangan dan kartu identitas 90 orang yang akan menggunakan rumah ibadah tersebut.