|
Cina lambat atasi perdagangan manusia | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sementara Cina membuka diri, perdagangan manusia semakin mengancam, tetapi para pejabat enggan mengakui besarnya masalah yang terjadi. Di propinsi Yunnan, pemudi belasan tahun dijual sebagai istri atau ke tempat pelacuran dan pabrik yang memberikan upah rendah di Thailand. Kehidupan di desa kecil Yunnan di dekat perbatasan Birma, sangat berbeda dengan bagian lain Cina yang kegiatan ekonominya sedang berkembang pesat. Desa ini terdapat bentangan sawah hijau, pohon karet di pebukitan dan beberapa kuil Budha. Sebagian desa dihuni suku minoritas yang bahasa dan kebudayaannya lebih mirip Thailand utara daripada kelompok Han di Cina. Penduduk setempat mengatakan terjadi penurunan perdagangan dengan Birma. Demikian juga dengan pariwisata. Jadi hanya terdapat sedikit kesempatan bagi anak muda di desa di pebukitan. Setiap tahun, ribuan orang pergi ke kota Cina dan melintasi ke Birma atau Thailand untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang lebih baik. Sebagian dari mereka memang mendapatkan uang, dan kembali ke desa mereka untuk memamerkan keberhasilan mereka. Hal tersebut mendorong mereka untuk melakukan langkah sejenis. Tetapi sejumlah orang menghadapi keadaan yang berbeda. 'Diperdaya' Perdagangan manusia adalah masalah peka disini. Para pejabat tidak ingin membicarakan hal tersebut. Demikian juga dengan para korban. Diperlukan kerja keras untuk mendapatkan pemudi yang bersedia berbicara dan menyampaikan ceritanya untuk pertamakalinya.
Qing qing saat ini berumur 19 tahun tetapi ketika ia berumur tujuh tahun, dirinya dan ibunya dijual. "Seorang wanita kenalan ibuku datang ke rumah dengan beberapa pria yang saya tidak kenal," katanya. "Ibu diperdaya. Mereka menjualnya untuk dikawini seorang pria di Cina timur." Pria tersebut memukulinya dan ibunya, katanya hampir menangis. Pada usia 12 tahun, Qing qing dipaksa meninggalkan sekolah dan bekerja. Penderitaan mereka berlanjut selama delapan tahun sebelum berhasil melarikan diri dan kembali ke kampung mereka di Yunnan. Saya bertanya apakah perdagangan wanita masih berlangsung."Ya," katanya. "Hal tersebut masih terjadi di desa tetangga." "Saya mengenal orang orang yang mempunyai pengalaman sejenis dengan ibuku. Sebagian dari para pelaku kembali ke kampung dan memperdaya orang lain. Ini berulang kali terjadi." 'Pemudi belasan tahun' Sulit untuk menemukan pejabat yang dapat memberikan gambaran jelas tentang skala perdagangan manusia.
Seorang pejabat Partai Komunis mengatakan hal tersebut jelas merupakan suatu ancaman karena perpindahan penduduk, tetapi ia tetap menegaskan hal tersebut tidak terjadi di desa kecilnya. Meskipun sejumlah bukti telah ditemukan. Long Hai-yu mengkaji perdagangan manusia di desa Yunnan dalam dua tahun terakhir. Ia membawa saya ke sebuah desa kecil yang tidak boleh disebutkan namanya. Ia menceritakan sebuah kasus dua pemudi belasan tahun yang direkrut warga yang tidak dikenal akhir tahun lalu. Mereka dijanjikan pekerjaan pada sebuah pabrik sepatu di Thailand, katanya. Tetapi begitu mereka melintas perbatasan, mata mereka ditutup. Mereka diancam dan keluarga mereka dimintai uang. Dua pemudi ini berhasil mendapatkan pertolongan dan diselamatkan sebelum mereka dibawa lebih jauh. Long Hai-yu mengatakan mereka kemungkinan akan dijual ke industri seks Thailand. Tidak banyak yang diketahui tentang siapa pedagang manusia ini sebenarnya. Long Hai-yu mengatakan mereka adalah orang Cina dari propinsi lain, kemungkinan propinsi Sichuan. Mereka bukan orang Thailand, ia menjelaskan, karena sulit bagi warga Thailand untuk merekrut gadis Cina.
Tidak mungkin mengetahui jumlah tepatnya karena begitu seorang gadis ke negara lain seperti Thailand, sulit bagi keluarganya untuk mengetahui nasibnya. Long Hai-yu mengatakan sekitar 2 ribu orang melintasi perbatasan ke Birma setiap tahunnya. "Sebagian dari mereka bekerja di klab malam dan bar,"katanya. "Siapa yang tahu dengan pasti jumlah manusia yang diperdagangkan?" 'Tidak terjadi disini' Pemerintah Cina baru mulai mengambil tindakan. Di Yunnan mereka mendirikan program untuk mengatasi perdagangan manusia untuk pertamakalinya. Saya menyaksikan drama dua wanita tentang seorang pedagang yang kejam dan korbannya yang menderita dan akhirnya membunuh diri. Semua penonton memahami pesan yang ingin disampaikan. "Perdagangan manusia terjadi saat bos anda tidak memberikan semua uang ketika anda pulang," kata salah satu gadis. Seorang pria berusaha menenangkan. "Tidak perlu khawatir," katanya. "Kebijakan pemerintah sudah baik. Perdagangan manusia tidak dapat terjadi disini." Tetapi meskipun terdapat keengganan membicarakan hal tersebut, semua bukti di lapangan mengisyaratkan perdagangan manusia memang terjadi. Peneliti Long Hai-yu mengatakan ia sangat khawatir. "Polanya sudah berubah,"katanya. "Pedagang manusia menargetkan gadis yang semakin muda umurnya, sekitar 16 tahun." Sementara Cina semakin membuka diri, kebebasan baru membawa bahaya baru. Tetapi akan sulit bagi sistim komunis negara tersebut untuk mengatasinya sebelum terjadi perubahan budaya malu dan penuh rahasia. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||