http://www.bbc.com/indonesian/

31 Juli, 2006 - Published 20:09 GMT

Olmert: Tak ada gencatan senjata

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan Israel tidak mau menghentikan serangannya terhadap gerilyawan Hizbullah di Libanon.

"Peperangan akan berlanjut. Tidak ada gencatan senjata dan tidak akan ada gencatan senjata selama beberapa hari ke depan," tambahnya.

Ehud Olmert meminta maaf "atas penderitaan yang dialami" penduduk sipil Libanon, tetapi dia mengatakan Hizbullah terkena serangan dahsyat.

Sementara itu Israel dan Hizbullah terus terlibat tembak menembak, kurang dari sehari setelah Israel menyatakan akan menghentikan sebagian serangan udara di Libanon Selatan.

Pesawat-pesawat Israel menyerang sejumlah sasaran, dan menewaskan seorang tentara Libanon di dekat kota Tyre.

Israel menyatakan penyesalannya atas kematian serdadu itu dengan mengatakan mereka mengira kendaraan itu membawa seorang pejabat senior Hizbullah.

Pertempuran juga dilanjutkan di darat di Libanon Selatan. Desa-desa Taibe, Kila dan Adasya ditembaki oleh artileri Israel.

Hizbullah melepaskan dua roket ke kota Kiryat Shmona di wilayah perbatasan Israel, tetapi tidak ada korban.

Militer Israel mengatakan Hizbullah juga menyerang sebuah tank Israel di dekat Taibe, menyebabkan tiga tentara terluka.

Dalam perkembangan lainnya:

'Memerangi teroris'

Sewaktu berbicara di Tel Aviv, Ehud Olmert mengatakan kampanye Israel akan dilanjutkan sampai sasaran berhasil dicapai.

"Kami akan mengakhirinya jika ancaman di atas kepala kami hilang, jika para tentara kami yang ditawan dibebaskan dan jika kami bisa hidup dengan aman," katanya.

Israel memulai serangan militer di Libanon setelah gerilyawan Hizbullah menculik dua tentara Israel setelah serangan lintas perbatasan pada tanggal 12 Juli.

Olmert mengatakan Israel tidak "memerangi rakyat Libanon. Kami tidak ingin menggulingkan pemerintahan mereka."

"Kami memerangi teroris tanpa ampun dan kami akan terus melakukannya sampai mereka dapat diusir dari perbatasan kami."

Pernyataan PM Israel itu disampaikan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice mengatakan Amerika pekan ini akan mengusahakan sebuah resolusi PBB yang akan memerintahkan gencatan senjata.

Sementara itu, Presiden AS George W Bush mengatakan pada hari Senin bahwa PBB harus mengatasi "akar dari permasalahan ini".