http://www.bbc.com/indonesian/

Malaysia larang nama

Pihak berwenang Malaysia melarang sejumlah nama agar orang tua tidak memberi nama anak seperti Hitler, Anjing Bau atau 007.

Pemilihan nama-nama tersebut tidak diizinkan tapi mereka yang keberatan masih memiliki hak untuk banding.

Keputusan tersebut diambil karena semakin banyak warga Malaysia yang mengajukan perubahan nama anak pemberian waktu lahir.

Departemen Pendaftaran Nasional Malaysia mengambil langkah tersebut setelah berkonsultasi dengan sejumlah lembaga-lembaga agama yang mewakili masyarakat Muslim, Kristen, Hindu, Budha dan Tao.

Secara turun temurun, sebagian kelompok masyarakat memberi nama-nama tidak menguntungkan kepada anak yang baru lahir untuk mengusir setan dan roh jahat, jadi sekarang nama-nama Cina Hokian, Ah Chwar yang berarti ular, dan Khiow Khoo yang berarti orang bungkuk, sekarang dilarang.

Demikian juga dengan nama-nama Cina Kanton seperti Chow Tow, kepala berbau busuk, dan Sor Chai atau gila.

Masyarakat Tamil tidak boleh memakai nama-nama seperti Karrupusamy atau Tuhan Hitam, sedangkan masyarakat Melayu dilarang memakai nama-nama seperti Woti yang berarti hubungan seks.

Namun larangan tersebut lebih jauh lagi. Orang tua tidak boleh menamakan bayinya dengan nama-nama binatang, serangga, buah, sayuran atauapun warna. Angka juga tidak boleh dipakai sebagai nama jadi anak laki-laki tidak boleh memakai nama dengan angka 0 dua kali.

Pembatasan lain meliputi pula larangan bagi penggunaan gelar kerajaan atau gelar kehormatan sebagai nama serta pembatasan pada penggunaan nama-nama mobil Jepang sebagai nama anak.