http://www.bbc.com/indonesian/

24 Juli, 2006 - Published 10:38 GMT

Polwan merangkap pelacur

Seorang Polwan Selandia Baru diperkenankan tetap menjabat, meski diketahui bekerja sambilan sebagai pelacur.

Polwan kota Auckland, yang nama dan pangkatnya dirahasiakan, tampaknya memilih pekerjaan sambilan itu karena kesulitan keuangan.

Jurubicara kepolisian mengatakan, meski pekerjaan tambahan diperkenankan, pelacuran "tidak patut dan tidak sesuai dengan tugas kepolisian".

Prostitusi dilegalisasi di Selandia Baru sejak tahun 2003.

""Wakil Komisaris) Lyn Provost menilai pekerjaan sambilan tidak sesuai dengan tugas kepolisian dan si petugas menerima konseling," kata jurubicara kepolisian Jon Neilson.

Dia menambahkan si polwan diketahui bekerja sebagai pelacur dalam jangka waktu terbatas, tapi menolak mengungkapkan tempat atau waktu yang bersangkutan bekerja.

Pejabat senior kepolisian diyakini mengetahui ihwal pekerjaan sambilan si polisi sekitar satu bulan lalu.

Jurubicara perhimpunan pekerja seks komersial Selandia Baru, Collective, mengatakan, bergantung pada rumah bordil, si polisi mungkin mengantungi sekitar 500 dolar Selandia Baru (atau sekitar Rp2,5 juta) pada malam yang ramai.

Ron Mark, jurubicara hukum dan ketertiban bagi partai politik, New Zealand First mengatakan, meski pelacuran legal, kejahatan terorganisasi masih memainkan peran dalam rumah bordil kokal dan si polwan rentan terhadap pemerasan.

"Saya tahu banyak polisi yang mengalami kesulitan menanggung biaya hidup di Auckland, tapi tidak semua bertindak gegabah dan menjadi pelacur," ujar Ron Mark.