BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 31 Juli, 2006 - Published 08:20 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
AS upayakan gencatan senjata
 
Menteri Luar Negeri AS Condoleeza Rice
AS akan meminta DK PBB mengambil langkah penyelesaian
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Condoleezza Rice, mengatakan negaranya akan mendorong resolusi PBB meminta gencatan senjata dalam krisis Israel Libanon.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, mengatakan harus ada "tekanan luar biasa" agar terbit resolusi PBB guna mengakhiri serangan.

Israel telah setuju menghentikan serangan udara selama 48 jam, sementara penyelidikan terhadap tewasnya 50 warga desa Qana diselidiki.

Lebih dari 30 anak-anak tewas dalam serangan pada hari Minggu, yang merupakan serangan Israel dengan korban terbesar sejak negara itu mulai melakukan serangan tanggal 12 Juli.

Setelah melakukan perundingan dengan para pejabat Israel di Jerusalem, Rice mengatakan Amerika akan meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah untuk mencapai penyelesaian menyeluruh.

Dia mengatakan langkah itu terdiri dari tiga bagian: "gencatan senjata, prinsip politik bagi penyelesaian jangka panjang dan pemberian mandat kepada pasukan internasional untuk membantu tentara Libanon menjaga perdamaian."

"Saya kembali ke Washington, dengan membawa konsensus baru tentang langkah yang perlu diambil agar tercipta gencatan senjata dan penyelesaian abadi," ujar Rice.

"Saya yakin keduanya bisa tercapai minggu ini juga," tambah Rice.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Amerika, Tony Blair menyatakan optimis pertikaian akan bisa dihentikan.

Sementara meminta "tekanan luar biasa" agar resolusi PBB lolos, Blair juga meminta agar di wilayah itu muncul "rasa saling menahan diri". Dia juga menyambut baik penghentian serangan udara selama 48 jam oleh Israel

Penghentian serangan

Hari Senin pagi, serangan udara Israel masih terjadi, namun negara itu mengatakan aksi tersebut dilaksanakan sebelum perintah penghentian serangan berlaku.

Warga membawa korban serangan Israel di Qana
Israel akan selidiki serangan di Qana

Pesawat Jet Israel melakukan dua kali serangan ke dekat Yanta, sekitar 5 kilometer dari perbatasan dengan Suriah, pada hari Senin dini hari. Hal ini diungkap oleh sumber keamanan Libanon kepada kantor berita AP.

Sementara serorang juru bicara tentara Israel mengatakan kepada kantor berita ini bahwa penerbangan di wilayah udara Libanon selatan dihentikan pada pukul 2 dini hari tadi.

Dutabesar Israel untuk PBB, Dan Gillerman, mengatakan pada BBC bahwa penghentian itu dimaksudkan agar penyelidikan bisa dilaksanakan dan memberi waktu kepada warga untuk meninggalkan wilayah tersebut.

"Kami lakukan ini agar penyelidikan penuh terhadap peristiwa di Qana bisa dilakukan," ujarnya, "dan juga agar ada waktu bagi PBB untuk memindahkan warga yang ingin keluar dari Libanon selatan."

Tekad balas dendam

Meski demikian, Israel tetap memberlakukan hak mengambil tindakan terhadap sasaran yang dianggapnya akan menyerang negara itu.

 Kami lakukan ini agar penyelidikan penuh terhadap peristiwa di Qana bisa dilakukan
 
Dutabesar Israel untuk PBB, Dan Gillerman

Sejumlah roket Katyusha jatuh di kota perbatasan Israel, Kiryat Shemona, kemarin, melukai beberapa orang. Dan warga mengatakan itu merupakan serangan paling gencar sejauh ini.

Militan Hisbulah bertekad melakukan aksi balas dendam setelah serangan udara Qana, yang menewaskan pengungsi sipil yang berlindung di sebuah gedung bertingkat tiga.

Sementara hari Minggu malam, Dewan Keamanan PBB menyepakati sebuah pernyataan yang menyayangkan tewasnya warga sipil itu.

Pernyataan, yang disepakati secara bulat oleh 15 negara anggota Dewan Keamanan, menyatakan "sangat terkejut dan sedih" atas meninggalkan warga sipil tersebut.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy