|
PBB serukan gencatan senjata | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
PBB menyerukan gencatan senjata sepanjang tiga hari terhadap Israel dan Hezbollah agar bantuan kemanusiaan bisa masuk lewat wilayah Libanon Selatan dan memindahkan para korban. Kepala misi kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan anaka-anak, kaum lanjut usia serta cacat, tersandera oleh perang sepanjang dua pekan terakhir. Presiden AS George W Bush sekali lagi menyatakan penolakan terhadap seruan agar dilakukan gencatan senjata segera, berkeras meminta agar pasukan internasional dikirim ke Libanon. Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice kembali ke Timur Tengah Sabtu ini. Presiden Bush mengatakan akan "bekerjasama dnegan pemimpin Israel dan Libanon untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk mencapai perdamaian abadi dan stabilitas bagi masing-masing negara ". Menlu Rice diperkirakan akan mengusulkan sebuah resolusi Dewan keamanan PBB yang nantinya akan berdampak pada pengiriman sebuah pasukan internasional ke Libanon selatan. Sumbangan pasukan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, yang barus aja bertemu Presiden Bush di Washington Jumat, mengatakan para pemimpin dunia akan membicarakan pengiriman "pasukan stabilisasi" di Libanon pada sebuah pertemuan di markas besar PBB di New York hari Senin.
Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan mengatakan negara-negara yang mempunyai kemampuan menyumbang pasukan untuk kekuatan internasional ini akan menghadiri pertemuan Senin mendatang. "Jelas masih merupakan diskusi awal karena kami belum mendapat mandat dari Dewan Keamanan," kata Annan. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan membicarakan persoalan ini pada pekan depan. Presiden Bush mengatakan AS dan Inggris akan mendorong digunakannya "Resolusi Pasal Tujuh yang akan menciptakan sebuah kerangka yang jelas untuk menghentikan aksi kekerasan sesegera mungkin dan memberi mandat dikirimkannya kekuatan multinasional ". PBB 'tidak impoten' Memberikan penjelasan pada Dewan Keamanan Jumat lalu, Jan Egeland mengatakan sekitar 600 jiwa tewas akibat serangan Israel ke Libanon, dimana sekitar sepertiganya adalah anak-anak. "Sangat mengerikan... Perang adalah hal yang sangat keliru, lebih banyak anak mati daripada orang bersenjata," kata Egeland. Ia mengatakan akan minta pihak yang bertikai agar "setidaknya memberikan 72-jam penghentian kekerasan agar kami bisa mengevakuasi korban luka, anak-anak, kaum manula, kaum cacat dari medan perang di Libanonn selatan". Egeland mengatakan jalur yang ada untuk penyaluran bantuan kemanusiaan saat ini tak layak untuk mencukupi kebutuhan darurat bagi warga ditengah zona perang.
Egeland menyatakan hal ini setelah menyelesaikan kembali dari perjalanan ke Libanon, Israel dan Jalur Gaza. Sementara Wakil Sekjen PBB membantah bahwa lembaga dunia itu telah melemah tanpa daya setelah kehilangan empat tentara penjaga perdamaian yang dikirim PBB akibat gempuran Israel di Libanon pecan ini. Mark Malloch-Brown mengatakan pada BBC bahwa PBB merasa "prihatin dan frustrasi, tapi tidak impoten". Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan hari Kamis menyuarakan "keterkejutan dan kesedihan" atas korban yang tewas, setelah Amerika Serikat memveto usulan pemberian kritik keras terhadap Israel. Keperluan kritis Komandan pasukan Israel Dan Halutz mengatakan pasukannya telah menewaskan 26 pejuang Hezbollah di Bint Jbeil di Libanon selatan, mengakibatkan kerugian "besar" terhadap milisi Shiah itu.
Sebelumnya, kelompok Hezbollah mengatakan telah menembakkan sebuah roket berjangkauan baru, dinamai Khaibar-1, ke Israel utara. Seorang pejabat senior pada Badan Pengungsi PBB UNHCR di Libanon mengatakan pada BBC bahwa persediaan "makin menipis, sangat cepat" di Libanon selatan. "Wilayah selatan jelas dalam kondisi kritis saat ini. Ada perang yang sedang berlangsung, Puluhan kalau tidak ratusan ribu orang terpencardiwilayah itu," kata Arafat Jamal. Lembaga-lembaga bantuan juga menyatakan warga diwilayah ini sangat membutuhkan perawatan medis. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||