|
Imigran 'tewas' dalam pelayaran | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Aparat Italia mengumumkan, 13 pendatang asing dilaporkan meninggal saat mencoba mencapai wilayah Italia dengan perahu setelah beberapa pekan terapung-apung di laut tanpa makanan dan air. Para pendatang itu bertolak dari Libya, dan perahu mereka dihadang oleh kapal angkatan laut Italia di selatan Sisilia. Kapten kapal Italia AL yang menyelamatkan mereka, Stefano Bricchi mengatakan, dia menemukan orang-orang yang masih hidup dalam keadaaan yang sangat memprihatinkan. Tubuh mereka sangat kurus, kulit hangus akibat terik matahari dan mereka tidak sanggup berdiri. Mereka mengatakan, 13 orang telah meninggal dan jasad mereka dilempar ke laut saat perahu hanyut di laut bebas. Para pejabat Italia mengatakan, sebanyak 14 orang diselamatkan ke darat. Tujuh dirawat di rumah sakit, dan dua di antaranya dalam keadaan koma. Ribuan migran nekat mencoba melakukan penyeberangan laut yang sangat berbahaya, dari Afrika Utara ke Italia setiap tahun. Banyak yang meninggal di tengah jalan. Pemerintah Italia meminta Uni Eropa agar membantu menekan arus kedatangan pendatang dengan mengerahkan lebih banyak kapal patroli di Laut Tengah. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||