|
PBB dorong pengiriman pasukan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice akan bertemu dengan pemimpin Israel dan Lebanon setelah kembali kawasan untuk kedua kalinya minggu ini. Dia mengatakan, "akan ada tindakan memberi dan menerima" dari kedua pihak untuk dipaksakan membuat "keputusan sulit dan emosional". Perundingan akan mengangkat kemungkinan resolusi Dewan Keamanan PBB yang memungkinkan pengiriman pasukan penjaga perdamaian. Hizbullah menolak kunjungan Rice dan memperingatkan rudal lebih banyak akan diluncurkan untuk menyerang jauh kedalam wilayah Israel. Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, Rice kembali untuk melayani kepentingan Amerika dan Israel. Israel menolak Israel menolak permintaan PBB untuk menerapkan gencatan senjata tiga hari di Libanon selatan, sementara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleeza Rice kembali ke Israel. PBB mengatakan, anak-anak, orang tua dan warga penyandang cacat terjebak dan pasokan berbagai kebutuhan menipis. Namun, jurubicara Israel mengatakan, tidak perlu ada gencatan senjata, sebab koridor kemanusiaan ke wilayah tersebut telah dibuka. Para pejabat Israel secara tersirat menyatakan kepada BBC, bahwa Israel mungkin bersedia menghentikan serangan begitu resolusi PBB diloloskan pekan depan, sebelum datangnya pasukan penjaga perdamaian internasional, dan mereka tidak akan menuntut persenjataan Hizbullah terlebih dahulu dilucuti. Namun, PBB memperingatkan kematian empat personil PBB akibat serangan udara Israel mungkin membuat banyak negara enggan menyertakan tentara ke pasukan internasional di masa datang . PBB mengatakan, sekitar 600 orang, sekitar sepertiga darinya anak-anak, terbunuh oleh aksi militer Israel di Libanon. Jumlah korban itu termasuk seorang ibu dan lima anaknya yang terbunuh dalam gelombang baru serangan udara Israel selatan, kata para pejabat medis Libanon. Israel mengatakan sedang menyelidiki insiden ini. Mundur Hari Sabtu, pasukan Israel mundur dari desa Bint Jbeil, Libanon selatan, yang merupakan basis Hizbullah. Israel selama berhari-hari mencoba merebut dan menguasai desa itu. Di tempat itu, militer Israel menderita korban tewas terbanyak dalam satu hari sejak negara itu menyerang Libanon.
Hizbullah kembali menembakkan ratusan roket ke Israel. Beberapa di antaranya jatuh di kota Safed, Israel utara hari Sabtu. Dalam pesan terbarunya, pemimpin Hizbollah Hassan Nasrallah mengatakan, lebih banyak kota Israel akan dijadikan sasaran jika Israel tetap menyerang Libanon. Sebanyak 51 warga Israel, termasuk sedikitnya 18 warga sipil, terbunuh dalam konflik. Israel mulai melancarkan serangan setelah Hizbullah menangkap dua serdadu Israel dan menewaskan 8 orang lain dalam serangan lintas perbatasan tanggal 12 Juli. 'Konsesi' Menlu AS di perkirakan akan berbicara dengan para pemimpin Israel dan Libanon tentang usul untuk mengerahkan pasukan multinasional, sebagai bagian dari langkah yang disebut Presiden AS George W Bush rencana yang bisa dipertahankan untuk mengakhiri permusuhan.
Para pemimpin dunia akan bertemu untuk membahas pengerahkan pasukan internasional itu dalam pertemuan di markas PBB di New York hari Senin. Para pejabat Israel mengatakan kepada BBC, bahwa gencatan senjata harus mematuhi syarat-syarat tertentu, termasuk jaminan bahwa Hizbullah tidak akian kembali ke posisi-posisi yang dekat dengan perbatasan. Sementara itu, para pejabat militer Israel mengisyaratkan, pertempuran mungkin akan semakin gencar. Wartawan diplomatik BBC Paul Adams mengatakan, Israel lebih menyukai kesepakatan, tapi terang-terangan bersiap untuk melanjutkan pertempuran jika tidak memperoleh kata sepakat. Hari Sabtu, wakil Sekjen PBB mengeluarkan peringatan soal kematian personil peninjau PBB dalam serangan Israel terhadap pos PBB di Libanon selatan. Mark Malloch-Brown mengatakan, mereka menerima permintaan maaf Israel, tapi masih memiliki "kekhawatiran serius" soal insiden itu. Para pejabat PBB mengatakan, mereka telah menghubungi Israel belasan kali sebelum pemboman dan meminta mereka agar berhenti menembak. Namun, Israel tidak menghentikan serangan. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||