BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 28 Juli, 2006 - Published 19:00 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
'Kirim pasukan internasional'
 
bush blair
Kedua pemimpin dituding mendukung aksi Israel
Presiden Bush mengatakan pasukan internasional harus secepatnya dikirim ke Libanon.

Setelah berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Washington, Presiden Bush mengatakan menjadi tujuan Amerika Serikat dan Inggris untuk mencapai "perdamaian yang abadi" di kawasan.

Menteri Luar Negeri Amerika Condoleezza Rice akan kembali ke Timur Tengah Sabtu, kata presiden.

Sebelumnya Hizbullah mengatakan mereka meluncurkan roket jarak jauh, Khaibar-1 ke Israel utara.

Presiden Bush mengatakan ia dan Perdana Menteri Blair sepakat bahwa pasukan internasional akan memperkuat tentara Libanon dan membantu membagikan bantuan kemanusiaan.

Kepada para wartawan ia mengatakan pemerintah Amerika dan Inggris menyetujui prioritas utama dalam menangani krisis.

  • Menyediakan bantuan kemanusiaan dengan segera
  • Mengakhiri kekerasan
  • Memulangkan pengungsi
  • Membantu rekonstruksi

Bush mengatakan Rice akan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Libanon dan Israel untuk menyepakati proposal perdamaian.

korban di lebanon
Dua warga mencoba menghindari kekerasan

Ia menambahkan Dewan Keamanan PBB akan bertemu pekan depan untuk membahas masalah ini.

"Tujuan kami adalah menyusun resolusi berisi kerangka kerja yang jelas mengenai penghentian kekerasan sesegera mungkin dan memberi mandat pasukan multinasional," papar Presiden Bush.

"PM Blair dan saya meyakini bahwa pendekatan ini memberi harapan kepada warga bahwa kekerasan bisa diakhiri dan perdamaian abadi di Libanon bisa diwujudkan," jelas Bush.

Tidak berubah

Pertemuan kedua pemimpin dilakukan di tengah makin besarnya tekanan bagi AS dan Inggris agar menyerukan gencatan senjata sesegera mungkin antara Israel dan Hizbullah.

Namun wartawan BBC James Coomerasamy mengatakan posisi dasar kedua pemimpin tidak berubah.

Mereka secara eksplisit tidak meminta gencatan senjata. Yang mereka serukan adalah kerangka kerja yang bisa mendorong penghentian kekerasan.

Blair mengatakan ia dan Bush setuju bahwa resolusi PBB dibutuhkan secepatnya untuk menghentikan pertempuran di Libanon.

Ketika kedua pemimpin ini bertemu, kekerasan di lapangan terus berlanjut.

Hizbullah mengatakan roket mereka yang baru mendarat di selatan kota Haifa, serangan terjauh ke Israel.

Israel sementara itu melancarkan puluhan serangan baru di Libanon.

Para pejabat Libanon mengatakan setidaknya 12 orang tewas.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy