BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 14 Juni, 2006 - Published 05:20 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Ustadz Baasyir tinggalkan LP
 
Ustadz Abu Bakar Baasyir
Ustadz Abu Bakar Baasyir merasa dirinya korban makar AS
Ustadz Abu Bakar Baasyir telah dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara terkait dakwaan keterkaitannya dalam Bom Bali 2002.

Baasyir, 68 tahun, keluar dari dari lembaga pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, Rabu pagi.

Abu Bakar Baasyir, yang yang juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin di Ngruki, Solo, divonis bersalah pada 3 Maret tahun lalu, karena dianggap terbukti melakukan konspirasi jahat yang memungkinkan terjadinya ledakan bom Bali pada tahun 2002.

Puluhan pendukung tampak menyambut pembebasan Baasyir di lembaga pemasyarakatan.

Wartawan BBC di Jakarta melaporkan, polisi mengatakan tetap akan mengawasi aktivitas Ba'asyir setelah dibebaskan.

Digugurkan

Abu Bakar Ba'asyir ditahan kali pertama setelah ledakan klab malam di Bali bulan Oktober 2002, meski dia tidak pernah dituduh ikut serta dalam serangan itu.

Dia ditahan dan menghadapi dua proses pengadilan terpisah, dan akhirnya menjalani dua vonis. Pertama, dia dinyatakan melakukan pelanggaran keimigrasi, dan kedua ikut dalam kegiatan yang diistilahkan sebagai "persengkongkolan jahat" dalam sidang pengadilan.

Dalam kedua kasus itu, butir dakwaan yang lebih serius dibatalkan atau kemudian digugurkan di tingkat banding.

Kembali mengajar

Para pakar intelijen yakin Abu Bakar Baasyir dulu dan mungkin masih memimpin jaringan radikal Jemaah Islamiyah, JI, yang dipersalahkan atas sejumlah serangan di Indonesia.

Sejumlah anggota JI dituduh berasa di balik serangkaian serangan di Indonesia, termasuk dua serangan bunuh diri di Jakarta dan serangan Bom Bali 2002 dan 2005.

Namun, sebagian besar serangan itu berlangsung, ketika Abu Bakar Baasyir berada di sel dan dia membantah keberadaan Jemaah Islamiyah.

Baasyir berulang kali menyatakan dia korban makar yang diigerakkan Amerika Serikat untuk merongrong Islam.

Baasyir yang dikenal karena retorika anti-Barat-nya, mengatakan, setelah dibebaskan, dia berencana untuk kembali pesantren yang dia dirikan dan kembali mengajar.

Menjelang meninggalkan LP Cipinang, Baasyir mengajak umat Islam agar memperkokoh persatuan, "untuk satu tujuan, yaitu menegakkan syariat Islam."

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy