BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 11 Mei, 2006 - Published 09:09 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Status cekal Soeharto dicabut
 
Mantan presiden Soeharto
Kejaksaan Agung masih meneliti lebih lanjut kasus hukum Soeharto
Kejaksaan Agung Abdul Rahman Saleh mencabut status cekal mantan presiden Soeharto, di saat pemerintah akan memutuskan kelanjutan kasus tersebut.

Abdul Rahman Saleh mengatakan pihaknya masih menunggu hasil konsultasi tim dokter RSCM dan tim dokter kepresidenan yang merawat Soeharto.

Abdul Rahman Saleh menegaskan Kejaksaan Agung tidak akan menangani masalah amnesti atau abolisi karena bukan wewenang lembaga tersebut.

Hal yang menjadi wewenang Kejaksaan Agung, menurut Jaksa Agung hanyalah penghentian kasus, SP3 dan penghentian penuntutan.

Namun, Kejaksaan Agung masih meneliti lebih lanjut kasus hukum Soeharto.

'Hukum tak jalan'

Tanggapan beragam mengemuka di masyarakat tentang masa depan perkara mantan Presiden Soeharto.

 Kalau pemerintah bijaksana kasus ini harus diselesaikan secara hukum. Jangan memandangnya karena dia sudah tua. Kalau begitu hukum tidak bisa dijalankan
 
Ibu Widaningsih, korban tragedi Lampung 1989

Sebagai korban tragedi Talangsari, Lampung tahun 1989, Ibu Widaningsih mengatakan: "Kalau pemerintah bijaksana kasus ini harus diselesaikan secara hukum. Jangan memandangnya karena dia sudah tua. Kalau begitu hukum tidak bisa dijalankan."

Menurutnya hukum seharusnya tidak pandang bulu, rakyat jelata ataupun presiden harus dihadapkan pada hukum yang sama apabila melakukan pelanggaran.

Sri Bintang Pamungkas, yang pernah dipenjara akibat penghinaan terhadap Soeharto, berpendapat serupa.

Dia menulis buku berjudul "Saya musuh politik Soeharto" dan menilai dengan menggunakan alasan kesehatan, Soeharto telah berhasil lolos dari jerat hukum.

"Itu dicar-cari. Nyatanya dia masih sehat. Kita tidak ingin hanya sekedar menghukum dia tetapi ingin Indonesia tidak mengalami hal-hal seperti ini lagi," tutur Sri Bintang.

Tetapi di mata Yap Hong Gie, putra Yap Thiam Hien yang banyak membela para tapol PKI, tindakan pemerintah menghentikan perkara Soeharto sudah tepat.

Yap menilai kasus Suharto saat ini lebih kental dengan nuansa sakit hati dan balas dendam atas kesalahan-kesalahan Suharto.

 
 
Kondisi Pak Harto 'membaik'
08 Mei, 2006 | Berita Dunia
Pak Harto dioperasi lagi
07 Mei, 2006 | Berita Dunia
Soeharto sakit lagi
05 Mei, 2006 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy