|
Memupuk patriotisme ala Jepang | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemerintah Jepang menyetujui perlunya RUU pendidikan baru, yang mengharuskan guru memupuk semangat patriotisme siswa, dan mendorong rasa hormat kepada tradisi Jepang. Rancangan Undang-Undang, yang masih harus disetujui oleh parlemen ini, telah memicu perdebatan sengit di Jepang. Kubu konservatif sejak lama mengeluh bahwa Undang-Undang Pendidikan saat ini, --yang dikeluarkan tidak lama setelah Perang Dunia kedua berakhir-- telah gagal memupuk patriotisme. Tapi, para penentangnyta mengatakan RUU itu bisa menciptakan jenis nasionalisme yang menjerumuskan Jepang ke kancah Perang Dunia II. Bagaimanapun kabinet Jepang menyetujui RUU yang akan meminta guru mendorong murid-murid mengembangkan semagat patriotisme dan rasa hormat kepada tradisi. Jika RUU itu diloloskan oleh parlemen, inilah pertama kalinya Undang-Undang Pendidikan Jepang diperbaharui dalam masa 59 tahun belakangan. Upaya untuk mendefinisikan patriotisme dalam RUU itu dan perubahan lain memicu perdebatan seru di Jepang. Berikut laporan wartawan BBC Chris Hogg: RUU itu kini diperdebatkan di parlemen , namun mengingat sengitnya perdebatan ada keraguan apakah parlemen punya cukup waktu untuk bisa meloloskannya sebelum memasuku masa reses tujuh pekan mendatang. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||