BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada:
 
Email kepada teman Versi cetak
Gempuran Sri Lanka, 'ribuan lari'
 
Sri Lanka
Sedikitnya 15 tewas sejak awal serangan militer Sri Lanka Selasa
Ribuan orang melarikan diri dari rumah-rumah mereka di Sri Lanka timur laut di saat militer negara itu meluncurkan serangan baru atas sejumlah sasaran Harimau Tamil.

Sekitar 40.000 orang pergi ke utara untuk menyelamatkan diri di hutan, kata para pejabat setempat kepada wartawan BBC.

Sedikitnya 15 warga sipil meninggal dunia sejak serangan dimulai hari Selasa, kata S Elilan, pemimpin politik di distrik Trincomalee kepada BBC.

Gempuran udara itu dilakukan sebagai balasan atas serangan bunuh diri di markas besar tentara.

Angkatan bersenjata mengatakan tiga orang tewas dan sedikitnya 11 lainnya terluka dalam serangan pemberontak semalam, tetapi Harimau Tamil membantah telah melakukan serangan itu.

 Saya menekankan dan memperingatkan agar jangan sampai salah melihat keinginan pemerintah untuk berdamai dan tanggung-jawab kami untuk mencapainya merupakan kelemahan
 
Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapakse

Wartawan BBC Dumeetha Luthra di Kolombo mengatakan krisis di daerah itu berlanjut di saat banyak keluarga meninggalkan rumah-rumah mereka di daerah kekuasaan pemberontak di dekat Trincomalee.

S Elilan mengatakan kepada BBC Siaran Bahasa Tamil bahwa 27 orang terluka, tiga luka parah dalam serangan tersebut yang memaksa penduduk menginggalkan rumah mereka di daerah kekuasaan pemberontak di dekat Trincomalee.

Serangan terbaru diluncurkan militer Sri Lanka sehari setelah serangan bom bunuh diri di markas besar Angkatan Udara Sri Lanka.

Kepala Staf Angkatan Darat, Letnan Jenderal Sarath Fonseka, menderita cedera serius dalam serangan Selasa kemarin dan menewaskan 8 orang.

Balas dendam

Harimau Tamil memperingatkan akan membalas dendam jika serangan militer Sri Lanka terus berlangsung dan sudah mengajukan pertanyaan kepada Kolombo apakah pemerintah sudah menyatakan perang.

Presiden Mahinda Rajapakse
Presiden Mahinda Rajapakse menyampaikan pernyataan di TV setelah serangan bom bunuh diri

Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapakse mengatakan dia tidak ingin kembali terlibat konflik namun tidak akan tunduk pada serangan bom.

"Saya menekankan dan memperingatkan agar jangan sampai salah melihat keinginan pemerintah untuk berdamai dan tanggung-jawab kami untuk mencapainya merupakan kelemahan," tambahnya.

Pihak militer mengatakan serangan udara dan laut diarahkan pada pangkalan Harimau Tamil di sebelah timur laut Sri Lanka, yang dikuasai oleh kelompok pemberontak.

"Angkatan Laut kami diserang oleh teroris pagi ini dan kami melakukan membalas dendam," kata jurubicara militer Brigadir Prasad Samarasinghe.

Sedikitnya 1 orang warga sipil tewas dan 9 lainnya terluka dalam serangan itu, namun sebuah situs internet yang pro Tamil mengatakan 12 penduduk tewas.

 Angkatan Laut kami diserang oleh teroris pagi ini dan kami melakukan membalas dendam
 
Brigadir Prasad Samarasinghe, jubir militer

Serangan udara ini merupakan aksi militer sejak gencatan senjata antara pemerintah dan Harimau Tamil ditanda-tangani tahun 2002.

Kelompok pemberontak juga membantah bertanggung-jawab atas serangan bom bunuh diri terbaru, walau polisi mengatakan ledakan di markas besar AD Sri Lanka punya tanda-tanda dilakukan oleh Harimau tamil.

Seorang perempuan yang pura-pura hamil diduga yang melakukan serangan atas markas besar AD itu.

Sebuah sumber mengatakan dia menunjukkan tanda pengenal palsu dan mengaku sudah berjanji memeriksakan kehamilan di rumah sakit tentara yang terletak di dalam kompleks yang dijaga ketat.

 
 
Militer Sri Lanka serang posisi Tamil
25 April, 2006 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy