BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 19 April, 2006 - Published 09:39 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Demonstran Nepal ditembak mati
 
Pengunjukrasa
Aksi protes menyebar ke seluruh Nepal
Pasukan keamanan Nepal menembak setidaknya dua pengunjukrasa di saat protes menentang Raja Gyanendra terus berlangsung.

Larangan keluar rumah selama 18 jam diberlakukan di ibukota Kathmandu menjelang rencana unjukrasa massal hari Kamis yang akan dimulai pukul 0400 WIB.

Aparat berwenang tampaknya semakin tidak dapat menangani aksi protes, menurut wartawan BBC di Kathmandu, Charles Haviland.

Mereka memperingatkan orang-orang yang melanggar larangan keluar rumah akan ditembak.

Sebelumnya, dua pemimpin oposisi sebelumnya dibebaskan dari penjara di saat utusan khusus India, Karan Singh, terbang ke ibukota Kathmandu untuk membahas krisis tersebut.

Pemimpin Partai Komunis (UML) Madhav Kumar Nepal dan Ram Chandra Poudel dari Kongres Nepal dibebaskan di Kathmandu, kata para pejabat pengadilan.

Karan Singh akan bertemu dengan Raja Gyanendra dan para politisi yang menentangnya.

Dia diperkirakan akan menyampaikan kekhawatiran Delhi tentang keadaan di Nepal yang semakin tidak stabil.

Protes tak reda

Di kota Pokhara, sekitar 200 kilometer di barat ibukota Kathmandu, aparat keamanan menahan 250 guru yang berunjukrasa karena melanggar larangan keluar rumah.

Ribuan orang turun ke jalan-jalan di kota itu, dan aparat diperintahkan untuk menembak siapa pun yang melanggar larangan keluar rumah.

Sementara itu, seorang lagi pengunjukrasa anti raja meninggal akibat luka-luka yang dia derita saat melakukan protes di hari ke-14.

Wajah wanita itu terhantam selongsongan gas air mata sewaktu berunjukrasa di kota Nepalganj, 500 kilometer di timur ibukota Kathmandu, pada hari Selasa.

Demonstrasi menentang pemerintahan absolut Raja Gyanendra sudah berlangsung selama dua minggu dan belum terlihat pertanda akan surut.

Aparat berwenang Nepal melipatgandakan masa penahanan bagi para pegiat hak asasi manusia dan politisi oposisi.

Pemerintah Nepal memberlakukan larangan keluar rumah setelah terjadi bentrokan antara polisi dan ribuan pengunjuk rasa pada hari Selasa (18/04).

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy