BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 11 April, 2006 - Published 07:15 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Bush: AS tak akan serang Iran
 
Presiden George W Bush
Presiden Bush membantah akan melakukan serangan militer ke Iran
Presiden AS, George W Bush membantah spekulasi media soal rencana serangan AS ke fasilitas nuklir Iran.

Laporan majalah The New Yorker mengatakan AS tengah memikirkan kemungkinan serangan udara terhadap fasilitas-fasilitas nuklir AS.

Namun, Bush menegaskan AS tetap fokus untuk mencari upaya diplomatik terhadap masalah nuklir Iran.

Sebelumnya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tidak mengindahkan tekanan barat agar Iran membatalkan program pengayaan uraniumnya.

 Saya tahu, di sini, di Washington pencegahan berarti menggunakan kekerasan. Pencegahan tidak selalu berarti kekerasan. Dalam hal ini berarti diplomasi."
 
Presiden Bush

Seorang pejabat senior kepresidenan Iran mengatakan laporan itu hanya sebuah lelucon dan serangan udara seperti itu tidak mungkin dilakukan.

Ahmadinejad bahkan menjanjikan "berita nuklir yang baik dalam beberapa hari ini" tanpa memberikan rincian pernyataannya itu.

Sedangkan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Mohammad ElBaradei dijadwalkan mengunjungi Iran, Rabu ini.

Ancaman dendam

Presiden Bush menepis laporan yang ditulis wartawan senior Seymour Hersh itu, saat memberi sambutan di Universitas John Hopkins, New York.

"Doktrin pencegahan adalah bagaimana kita bekerja bersama untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir," kata Bush.

AS khawatir Iran tengah mengembangkan persenjataan nuklir

"Saya tahu, di sini, di Washington pencegahan berarti menggunakan kekerasan. Pencegahan tidak selalu berarti kekerasan. Dalam hal ini berarti diplomasi."

"Apa yang Anda baca hanyalah sebuah spekulasi liar yang cukup sering terjadi di ibukota negara."

Dalam laporan yang dimuat majalah The New Yorker itu, Hersh mengatakan AS tengah menjajaki kemungkinan meluncurkan serangan udara dan tengah meningkatkan kegiatan mata-mata di Iran.

Gedung Putih tidak secara spesifik mengesampingkan kemungkinan agresi miiter ke Iran, namun terus menegaskan penolakan AS terhadap pengembangan senjata nuklir Iran.

"Kami tak ingin Iran memiliki senjata nuklir, kapasitas mereka membuat senjata nuklir, atau ilmu pengetahuan cara membuat senjata nuklir. Itulah tujuan kita," tandas Bush.

"Saya mungkin agak terlalu awal memasukkan mereka ke dalam poros setan. Namun, memang itulah maksud saya."

Wartawan BBC di New York, Justin Webb mengatakan posisi Gedung Putih tidak lebih agresif dibanding masa lalu.

Namun, ada sedikit keraguan bahwa Pentagon sudah dimintai pendapat soal serangan militer. Namun, setidaknya hingga kini pilihan serangan militer itu masih dalam pemikiran.

Teheran menantang

Sejumlah pejabat senior Iran juga memberi komentar soal tulisan di The New Yorker itu.

Perunding nuklir Iran, Ali Larijani, mengatakan laporan itu merupakan bagian dari perang urat syaraf terhadap program nuklir Iran.

 Kami akan membalas setiap serangan yang dilakukan musuh kami, dan kami akan bertahan dari serangan militer apapun
 
Jenderal Abdolrahim Mousavi, Panglima Angkatan Bersenjata Iran

Dia mengatakan jika Washington benar-benar ingin menyerang Iran, maka informasi rahasia seperti itu akan dijaga ketat.

Panglima Angkatan Bersenjata Iran Jenderal Abdolrahim Mousavi menegaskan bahwa Iran harus melawan jika diserang.

"Kami akan membalas setiap serangan yang dilakukan musuh kami, dan kami akan bertahan dari serangan militer apapun," kata Mousavi pada kantor berita ISNA.

Pejabat kepresidenen senior Hamid Reza Taraqi mengatakan tidak akan ada serangan nuklir dan menolak laporan yang menyatakan sejumlah pasukan Amerika sudah berada di dalam wilayah Iran dan menjalin kontak dengan kelompok-kelopmpok etnik minoritas.

Taraqi menambahkan sangat jelas bahwa AS tak mengetahui apa yang sedang terjadi di Iran.

Namun, analis masalah Iran BBC, Sadeq Saba mengatakan meski para pejabat Iran tidak bereaksi atas laporan ini, namun laporan tersebut tetap berpengaruh bagi masyarakat Iran pada umumnya.

Bulan lalu, Dewan Keamanan PBB memberi waktu 30 hari bagi Iran untuk menunda proyek nuklirnya, atau mendapatkan sanksi.

Negara-negara Barat sangat khawatir Iran mengembangkan persenjataan nuklir. Iran bersikukuh program nuklirnya adalah untuk kebutuhan masyarakat bukan senjata.

 
 
Iran tuduh AS perang urat syaraf
10 April, 2006 | Berita Dunia
Bom mobil incar Syiah Irak
08 April, 2006 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy